Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengaku tidak ada pelanggaran terkait program jalan-jalan Eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dengan Pemimpin Redaksi media massa.
“Terkait mekanisme bahwa ada media yang diajak untuk peliputan di jaman menteri sebelumnya sejauh ini tidak ditemukan penyimpangan,” kata Kabag Humas KKP, Desri Yanti saat ditemui PONTAS.id di kantornya Rabu (15/7/2020).
Menurutnya, penggunaan anggaran negara di KKP pasti sudah melalui audit internal yang dilakukan oleh Irjen dan juga audit oleh Badan pemeriksa Keuangan (BPK), “Penggunaan anggaran itu sudah ada mekanismenya dan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” imbuhnya
Dede, salah seorang staf Humas KKP yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menegaskan terkait dengan daftar nama Pemimpin Redaksi yang menikmati dana plesiran tersebar di sosial media itu, KKP tengah menelusuri sumber informasi tersebut.
“Kalau publik beranggapan Humas KKP yang menyebarkan itu tidak masuk akal. Karena kita berada di lembaga yang sama yaitu KKP yang harus kita jaga integritasnya,” terang Dede.
Dede menambahkan, KKP sampai saat ini belum mengetahui bagaimana daftar nama tersebut bisa mencuat kepada publik, “”Kami pastikan bukan kami yang menyebarkan itu, siapa yang menyebarkanpun kami tidak tahu,” pungkasnya.
Merespon daftar nama yang menjadi perbincangan di media sosial tersebut, Menteri KKP, Edhy Prabowo juga telah menyampaikan sikap melalui akun FaceBooknya yang dikonfirmasi PONTAS.id melalui Kabag Humas KKP Desri Yanti.
“Dan setelah kami cek, ternyata dokumen tersebut terjadi pada masa menteri sebelum saya, dan telah dilakukan audit oleh penyelenggara negara. Sehingga bukan ranah saya untuk menyikapi dokumen tersebut,” tegasnya.
Dia pun mengajak kepada seluruh komponen media massa agar tetap melakukan tugas-tugas jurnalistik sesuai dengan kode etik.
“Tetap kritis, tapi juga harus objektif, berimbang dan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Kritik itu perlu, tapi memberi solusi dan mengedukasi publik jauh lebih penting,” pungkasnya.
Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Pahala Simanjuntak




























