Lagi, Pasar Pademangan Barat Abaikan Pergub Anies

Jakarta, PONTAS.ID – Pengelola Pasar Pademangan Barat, Jakarta Utara terkesan mengabaikan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Padahal, terdapat 124 ribu jiwa lebih yang mendiami di kelurahan ini.

Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan telah menerbitkan Pergub Nomor 33/2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) demi menyelamatkan warga Ibu Kota dari wabah mematikan tersebut.

Pantauan PONTAS.id di Pasara Pademangan pada, Jumat (22/5/2020), tidak terlihat petugas yang mengukur sugu tubuh pengunjung yang masuk ke dalam areal pasar. Kondisi ini diperparah dengan tidak tertibnya pedagang maupun pengunjung menggunakan masker.

Ironisnya lagi, meski pengelola pasar menyiapkan tempat pencuci tangan, namun saat saat dicoba, tidak ada air yang mengalir serta botol sabun cair yang disediakan juga sudah kosong.

Selain tidak terdapat cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di sekitar areal pasar, pedagang dan pengunjung juga tidak menerapkan social distancing (jaga jarak fisik).

“Sebelumnya kita gunakan thermal gun (alat pengukur suhu elektronik), kita juga menyediakan hand sanitizer serta selalu mengimbau pedagang dan pengunjung untuk selalu menjaga jarak fisik serta mengenakan masker,” kata Kepala Pasar Pademangan Barat, Maskat saat ditemui PONTAS.id.

Pihaknya kata Maskat juga secar rutin melakukan penyemprotan disinfektan sebanyak dua kali sejak pemberlakukan PSBB.

Terkait Jam operasional, Maskat menyatakan saat ini pihaknya telah mempersingkat waktu berdagang, menjadi dari jam 7.00 hingga 12.00 WIB setiap harinya, “Sesuai surat edaran terbaru dari Direksi Pasar Jaya,” pungkasnya.

Penulis: Suwarto/Edi Prayitno
Editor: Riana Agustian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here