Pemerintah Siapkan 30 Gelombang Pendaftaran Kartu Prakerja

Jakarta, PONTAS.IDDirektur Eksekutif Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denny Puspa Purbasari, mengatakan, masyarakat yang gagal mendaftar program kartu prakerja tahap satu dan dua, diminta tak khawatir. Sebabnya, pemerintah berencana memperpanjang gelombang pendafataran hingga 30 kali ke depan pada akhir November 2020.

“Bapak dan Ibu tidak usah khawatir. Kalau misalnya tidak mendapatkan di gelombang pertama atau kedua, bapak dan ibu bisa ikut mendaftar di gelombang 3,4,5 sampai dengan 30 gelombang, sampai dengan November Minggu ke-4,” katanya, saat memberi keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Selasa (28/4/2020).

Meski begitu, Puspa menekankan bahwa pihaknya masih berhati-hati untuk meningkatkan jumlah peserta dengan mencoba sistem program Kartu Prakerja saat ini.

“Karena kami untuk pertama kali mencoba hati-hati sekaligus menjajal sistem kami, apakah mampu memproses penerima yang sedemikian besar,” tegasnya.

Untuk diketahui, Kartu prakerja adalah program Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan skill dan kemampuan para pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri. Program ini juga diperuntukkan bagi mereka yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bagi mereka yang sukses mengikuti program kartu prakerja akan diberikan pendidikan dan pelatihan. Setelah lulus akan mendapatkan sertifikat. Pelatihan sendiri dilakukan secara online maupun offline.

Puspa menekankan, para peserta Kartu Prakerja bebas memilih jenis pelatihan, yang tersedia di 8 digital platform dengan total 233 lembaga pelatihan. Di mana di dalamnya terdapat 2.000 jenis pelatihan.

“Bisa pilih yang paling tepat dengan kebutuhan kita, pilih yang harganya paling kompetitif, yang paling memberikan manfaat,” tutur Puspa .

Kemudian setelah melakukan pelatihan tahap pertama, peserta penerima Kartu Prakerja bisa mencairkan bantuan tunai sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan, yang totalnya Rp 2.550.000.

“Nah insentif itu bisa dibeli untuk dipakai untuk apa saja. Jadi apa saja mau beli beras, mau bayar listrik, beli pulsa, kemudian mau buat ngojek atau kemudian beri makanan itu boleh ya, setelah belanjakan dari yang satu juta untuk latihan. Itulah yang disebut oleh Bapak Presiden itu sebagai semi Bansos,” ungkapnya.

Lebih jauh, Puspa meminta seluruh masyarakat bersabar untuk menerima kartu tersebut. Pasalnya, pemerintah akan memprioritaskan warga membutuhkan yang telah memenuhi persyaratan.

“Mohon untuk memiliki toleransi, kita utamakan dahulu bagi rekan-rekan kita yang lebih terdampak kehidupannya,” pungkasnya.

Penulis: Riana

Editor: Luki H

Previous articleMasuki Kemarau dan Siaga Karhutla, Pemerintah Siapkan Hujan Buatan
Next articleKementan Bantu Petani Durian Lakukan Inovasi Penjualan Via Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here