Surabaya, PONTAS.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merestui tiga wilayah di Jawa Timur dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengantisiapsi penyebaran covid-19.
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa bersama tim Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pemrov Jatim langsung bergerak cepat menyempurnakan draft Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Timur tentang PSBB.
“Malam ini tim Forkopimda Jatim langsung menggelar rapat untuk menyempurnakan draf pergub,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (22/04/2020).
Menurutnya, Rancangan pergub tersebut telah dikerjakan oleh timnya bersama Forkopimda Jatim sejak Minggu (19/4/2020) .
“Di pemprov kami melakukan finalisasi Pergub. Dari peraturan gubernur, Drafnya dari Minggu malam, Senin malam sudah difinalisasi oleh tim dan dari Forkopimda Prov Jatim,” ujarnya.
Ia menyebut, pihaknya akan melakukan presentasi rancangan pergub tersebut kepada Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Koordinasi ini penting agar peraturan wali kota dan peraturan bupati bisa selaras dengan pergub.
“Harapan kita apa yang ada di rapergub nyambung dengan perwali dan perbup,” tukasnya.
Khofifah belum bisa memastikan kapan PSBB akan diberlakukan di Kota Surabaya, sebagian Kabupaten Gresik, dan sebagian Kabupaten Sidoarjo.
“Yang pasti setelah semua regulasi selesai disusun akan langsung diberlakukan,” katanya.
Pasok Reagen ke Unair
Selain menyelesaikan persoalan Pergub PSBB untuk tiga kota sudah diterima Kemenkes. Khofifah mengaku akan mendatangkan reagen terkait tes polymerase chain reaction (PCR) laboratorium untuk memenuhi kebutuhan Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.
Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letnan Jenderal Doni Monardo. Menurut Khofifah, reagen tersebut akan tiba pada hari ini.
“Mudah-mudahan besok (hari ini) sore atau malam, sudah bisa sampai di Surabaya, sehingga apa yang menjadi kebutuhan tim ITD Unair [terpenuhi],” kata Khofifah.
Namun, mantan menteri sosial itu tak menyebutkan secara pasti berapa jumlah stok tes kit reagen untuk memenuhi kebutuhan ITD Unair.
Sementara itu, Ketua ITD Unair, Prof. Maria Lucia Inge Lusida mengapresiasi atas bantuan Pemprov Jatim yang memperhatikan pasokan reagen dalam penanganan virus corona ini.
“Matur nuwun [terima kasih], Bu Gubernur,” kata Maria.
Sebelumnya, ITD Unair Surabaya, dikabarkan telah kehabisan stok tes kit reagen PCR pendeteksi virus corona. Pemeriksaan tes swab PCR di RS Unair Surabaya pun terpaksa harus dihentikan sementara akibat kekurangan reagen.
“Udah nanti kami atasi lah, ndak perlu diperbesar masalah itu ya, jangan membuat resah masyarakat,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemprov Jawa Timur mengusulkan PSBB untuk Surabaya, sebagian Gresik, dan Sidoarjo karena angka kasus Covid-19 di wilayah tersebut terus naik beberapa waktu terakhir.
Hingga Selasa sore, jumlah kasus Covid-19 di Surabaya tercatat 310 kasus, di Gresik 20 kasus dan di Sidoarjo 60 kasus.
Di Sidoarjo sampai hari ini ada 33 pasien Covid-19 yang meninggal dunia, di Sidoarjo 6 pasien, dan Gresik 2 pasien.
Gresik dan Sidoarjo adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/264/2020 telah menyetujui usulan yang diajukan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) untuk wilayah Kota Surabaya, sebagian Kabupaten Sidoarjo, dan sebagian Kabupaten Gresik (Surabaya Raya) guna memutus penyebaran Covid-19, Selasa (21/4/2020) siang.
Penulis: Agus Dwi Cahyono
Editor: Luki Herdian



























