Pemerintah Harus Berikan Akses Pengobatan bagi Pasien Isolasi Mandiri

Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar

Jakarta, PONTAS.ID – Di tengah keterbatasan ketersediaan rumah sakit (RS) untuk pasien Covid-19, isolasi mandiri (isoman) menjadi solusi bagi pasien yang tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid) atau masih dalam kondisi bergejala ringan.

Namun, bukan berarti mereka yang memilih isoman dibiarkan tanpa penanganan sama sekali. Sebab, berdasarkan DataLaporCovid-19, jumlah kematian masyarakat saat melakukan isoman masih terus terjadi.

Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) di tiap-tiap daerah bersama RS agar meningkatkan pengawasan, seperti melakukan pengecekan langsung secara berkala terhadap masyarakat yang melakukan isoman, dan memberikan kemudahan akses pengobatan bagi pasien yang melakukan isoman.

”Saya rasa Kemenkes perlu menyusun panduan isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 dengan gejala sedang, mengingat saat ini masyarakat kesulitan untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit dan sebagian harus melakukan isolasi mandiri, sehingga diharapkan panduan tersebut dapat membantu pasien dan keluarga pasien untuk melakukan perawatan secara mandiri di rumah namun tetap dengan prosedur dan obat-obatan yang tepat serta pemantauan dokter atau tenaga kesehatan,” tutur Muhaimin, Rabu (7/7/2021).

Ketua Tim Pengawasan Penanggulangan Bencana Covid-19 DPR ini mendorong Kemenkes bersama pihak RS berkoordinasi dengan pihak RT/RW untuk memastikan dan menggencarkan sosialisasi mengenai prosedur penanganan dan pengobatan yang tepat bagi masyarakat yang melakukan isolasi mandiri.

Dengan begitu, masyarakat yang melakukan isolasi mandiri dapat mengikuti seluruh arahan tersebut secara optimal, mengingat masyarakat yang terpapar virus corona tidak dapat tinggal berdampingan dengan keluarga ataupun berkomunikasi secara langsung dengan orang lain.

”Saya juga mengimbau masyarakat yang terpapar Covid-19 untuk berani melaporkan diri ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat sehingga mereka bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan pemantauan dari nakes, guna mencegah terjadinya kekeliruan penanganan apabila dilakukan tanpa arahan nakes,” katanya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendorong Kemenkes terus berupaya agar dapat mempersiapkan tempat isolasi bagi masyarakat positif Covid-19 dengan berbagai gejala, baik ringan, sedang, dan berat, mengingat kondisi imun setiap orang berbeda-beda, termasuk pada orang yang awalnya bergejala ringan tidak menutup kemungkinan bahwa ke depannya orang tersebut dapat bergejala sedang atau berat, sehingga membutuhkan arahan yang tepat dan penanganan langsung dari nakes.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Riana

Previous articleBerikut, 20 Daerah Zona Merah di Jatim
Next articleJakarta Utara Rumah Kita, Walikota: Kita sukseskan Gerakan Ayo Vaksin!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here