Kembali Berulah, Polres Sergai Buru Dua Napi Asimilasi Covid-19

Sergai, PONTAS.ID – Baru 11 hari keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Raya, Kabupaten Simalungun karena mendapat asimilasi, JS alias Jenderal (25) kembali berurusan dengan penegak hukum.

Warga Simpang Korpri Desa Gurusinga Kecamatan, Berastagi, Kabupaten Karo ini bersama 3 temannya tersangkut kasus percobaan perampokan sepeda motor di kawasan Pasar Serong Desa Suka Dame, Kecamatan Sei Bamban, Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (18/4/2020).

Jenderal dan temannya MR (21) warga Kelurahan Lalang Kota Tebingtinggi, saat ini telah diamankan Polres Tebingtinggi, sementara dua lagi temannya saat ini sedang diburu polisi.

“Kedua tersangka yang melarikan diri sudah diketahui identitas nya dan saat ini sedang dalam pengejaran,” kata Kapolres Sergai AKBP Robinson Simatupang melalui Kasubbag Humas, Minggu (19/4/2020).

Kasus ini berawal ketika Jenderal bersama MR beserta dua lagi temannya mengendarai mobil dengan nomor polisi BK 1203 AAB diduga berencana mau melakukan perampokan sepeda motor atau benda lain demi mendapatkan uang.

Di saat bersamaan, korban NA (16) dengan mengendarai sepeda motor membonceng temannya PAS (16) setibanya di TKP tiba-tiba disetop dua tersangka.

Salah satu tersangka mendorong NA namun korban tak kalah cerdik, langsung mendorong sepeda motornya ke parit di sisi jalan. Sementara teman korban, PAS sebelumnya telah mencabut kunci kontak sepeda motor dan menyembunyikannya.

Menyadari aksinya gagal, tersangka kemudian merampas HP milik korban lalu kabur keluar arah jalan lintas Sumatera.

Kedua korban spontan berteriak, “Maling, maling.” dan didengar oleh salah seorang warga Alfredo Nababan (20) yang sedang melintas di TKP.

Alfredo mencoba menghalangi mobil tersangka, tetapi salah seorang tersangka memukul kepala kepala Alfredo dengan batu dan menyebabkan kepala korban mengucurkan darah.

Wargapun semakin ramai berdatangan dan ikut mengejar tersangka. Diduga karena pengemudi gugup lantaran terdesak massa, mobil tersebut akhirnya menabrak pohon kelapa di pekarangan warga sebelum akhirnya terhenti karena menabrak rumah warga bernama P. Siringo-ringo (62).

JS bersama MR babak belur tak berkutik diamuk massa yang marah sebelum akhirnya diamankan pihak kepolisian.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleBantu Penanganan Covid-19, Kodam Kasuari Percepat Distribusi APD
Next articleBantu Warga Terdampak Covid-19, TNI-Polri Dirikan Dapur Umum