Warga Sergai Tewas Bakar Diri, Ibu Korban Tolak Otopsi

Sergai, PONTAS.ID – Polres Serdang Bedagai (Sergai) tidak melakukan otopsi terhadap Kaifan Siregar (32) yang meninggal dunia dengan tubuh hangus terbakar. Pasalnya, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap korban yang diduga melakukan bunuh diri itu.

Penolakan pihak keluarga korban ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Sergai, Iptu Denny Indrawan Lubis, “Para saksi, Ibu kandung korban, Asmi (51), adik kandungnya Dewi Sarah Siregar (22), Erianto (25) dan Muhamad Yeyen (27) membuat surat pernyataan menolak dilakukan otopsi,” kata Denny, kepada wartawan di Mapolres Sergai, Jumat (7/5/2021).

Ibu korban kata Denny, sempat melakukan pencarian namun tidak ditemukan. Kemudian, korban diketahui telah membakar dirinya melalui informasi dari tetangga dan uanggahan di akun FaceBook.

“Dan langsung mengenali bahwa korban tersebut adalah anak kandungnya,” kata Denny.

“Korban ditemukan pertama kalinya oleh saksi, Tusian Syahputra (51) warga Lingkungan II Kelurahan Tempel, Perbaungan yang melihat ada orang yang terbakar, pada Kamis (6/5/2021) sore.

“Saksi kemudian berteriak dan oleh warga sekitar kemudian menolong korban dan membawa ke sumah sakit serta memberitahu Polisi,” pungkasnya.

Dari pengakuan ibu kandung dan keluarga, korban yang merupakan warga Dusun V, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Berigin, Kabupaten Sergai ini, diduga stress akibat bercerai dengan istrinya.

“Bahkan beberapa hari terakhir ini korban sering mengamuk dan memecahkan barang-barang di rumah dan sempat merusak foto keluarga dengan pisau,” katanya.

Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan barang bukti di TKP, sepasang sandal Swallow warna hijau, satu buah mancis warna biru dan potongan kain warna hitam.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articlePartai Gelora dan PKS Memiliki Perbedaan Platform Indonesia Masa Depan
Next articleTerima Ulama Besar Palestina, BKSAP Siap Perjuangkan Nilai-nilai Kemanusiaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here