Jakarta, PONTAS.ID – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan kegiatan pergantian karyawan di sektor hulu migas tetap dilakukan di tengah pencegahan penyebaran Covid-19 di Tanah Air.
SKK Migas bersama kepala daerah tetap mengawal mobilisasi pekerja hulu migas di daerah-daerah operasi yang menerapkan pembatasan pergefakan. Misalnya saja pergantian kru di Kota Sorong, Papua Barat.
Wali Kota Sorong membuka Bandara Komersial DEO di Sorong pada Selasa kemarin, sehingga dapat digunakan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Papua Barat untuk melakukan pergerakan pekerja.
“Kami berterima kasih kepada Wali Kota Sorong yang telah bekerja sama bersama kami, membuka Bandara Domine Eduard Osok (DEO) sehingga pergantian kru dan pergerakan barang yang dibutuhkan oleh industri hulu migas di Sorong, tetap dapat dilaksanakan,” kata Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, dalam keterangan resminya, Kamis (16/4/2020).
Deputi Dukungan Bisnis, Sulistya Hastuti Wahyu mengatakan dirinya melaporkan pada Dwi tekait mobilisasi karyawan di PT Pertamina EP, Petrogas, dan JOB Pertamia-PetroChina Salawati di Bandara DEO, Sorong berjalan lancar. Seluruh pekerja hari ini sudah tiba di lapangan dengan selamat. Mobilisasi pekerja dari BP Tangguh juga berjalan lancar. Sulistya berharap agar prosedur yang telah dilakukan dapat tetap dilaksanakan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan di sektor hulu migas.
Sebelumnya, pada awal April SKK Migas telah mengirimkan surat kepada para gubernur di wilayah kerja migas untuk mendapatkan dukungan agar operasi produksi hulu migas selama masa tanggap darurat covid-19 tetap berjalan. Dukungan yang dimaksud adalah pemberian izin bagi pekerja KKKS memasuki wilayah operasinya masing-masing dan memberikan kemudahan terkait perizinan daerah yang sudah diterbitkan.
Selain berkirim surat ke para Gubernur, SKK Migas juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kemenkumham khususnya Dirjen Imigasi untuk membantu pergerakan para pekerja asing yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan hulu migas.
“Bantuan mereka luar biasa. Sejauh ini permohonan kami untuk mendukung mobilisasi personil hulu migas yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional dapat dilaksanakan, walaupun melalui prosedur yang ketat. Kami dapat memahami karena pelaksanaan kegiatan ini juga untuk menjaga agar penyebaran covid tidak semakin meluas,” jelas Sulistya.
Sikap kehati-hatian yang ditunjukkan industri hulu migas selama masa penyebaran Covid-19 antara lain yakni membatasi jumlah pekerja di lapangan sebagai upaya meminimalkan potensi penyebaran Covid-19. Untuk menjaga kelancaran kegiatan operasi, hanya pekerja yang terkait secara langsung dengan kegiatan operasi produksi yang diizinkan berada di lapangan.
KKKS juga telah melakukan perubahan jadwal kerja sesuai dengan kondisi lapangan KKKS masing-masing dengan tetap berpedoman pada ketentuan perundangan yang berlaku. Perubahan jadwal tersebut akan memberikan kesempatan yang cukup bagi pekerja untuk melakukan karantina secara mandiri dan pemantauan kesehatan terhadap gejala Covid-19. Perubahan jadwal kerja ini akan meminimalkan risiko penyebaran Covid-19 ke masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Selain itu, SKK Migas juga sudah memerintahkan agar dokter perusahaan di KKKS melaksanakan pemeriksanaan kesehatan dan hasil pemantauan sebelum pekerja menuju ke lapangan. Para pekerja yang menunjukkan gejala demam, batuk, sesak nafas tidak diizinkan untuk berangkat bekerja di lapangan.
Pekerja KKKS juga diminta tidak melakukan kegiatan yang melibatkan atau berbaur dengan masyarakat. Mereka akan langsung menuju fasilitas akomodasi yang disediakan oleh perusahaan yang terpisah dengan masyarakat di sekitarnya.
Penulis: Riana
Editor: Luki H




























