DPRD Jatim Dukung APBD 2020 Dialihkan untuk Penanganan Corona

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Ketua DPRD Anwar Sadad usai rapat Di gedung negara Grahadi, Surabaya
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Ketua DPRD Anwar Sadad usai rapat Di gedung negara Grahadi, Surabaya

Surabaya, PONTAS.ID – DPRD Provinsi Jawa Timur mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemrov) dalam hal penanganan wabah virus Corona di Jawa Timur.

Dukungan tersebut tertuang serta disepakati dengan dianggarkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni 2020 sebesar 35 % untuk kebutuhan anggaran wabah virus Corona disease.

“DPRD Jawa Timur sepakat akan menambah anggaran sebesar Rp 39,9 miliar. Dimana total anggaran dari internal milik DPRD Jatim yang dialokasikan untuk Covid-19 ini hampir berjumlah Rp 140 Miliar,” kata Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad usai menggelar rapat bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa digedung negara Grahadi, Surabaya, Senin (6/4/2020)

Ia mengatakan, nominal tersebut sudah mendekati separuh dari total anggaran DPRD Jatim pada tahun 2020. Menurutnya anggaran itu tidak hanya dari pemotongan dana kunjungan kerja (kunker), rapat atau sosialisasi, namun lebih dari itu.

“Pastinya bukan cuma dari dana kunker, tapi kita desain ulang alias kita rombak total anggaran dewan,” ujarnya.

Menurutnya, Langkah ini dilakukan DPRD sebagai bentuk keberpihakan kepada rakyat Jatim, Agar wabah Covid-19 ini bisa cepat selesai dan meminimalisir dampak sosial dan ekonomi pada masyarakat. Dengan harapan korban tidak terus bertambah dan wabah Covid-19 ini segera selesai.

“Kita harus punya sense of crisis, Karena sekarang ini faktanya pandemi, maka pendekatan kita tidak bisa biasa-biasa saja, tidak bisa business as usual,” terangnya.

DPRD Jatim berharap, langkah ini juga segera diikuti serius Gubernur Jatim harus berani mengubah mindset dalam rangka menghadapi krisis semacam ini.

“Management of crisis harus diterapkan. Bila perlu seharusnya pemprov Jatim berani merombak total APBD 2020 yang nanti dalam waktu dekat ini dibahas. Sembari dalam waktu cepat ini harus segera diambil langkah strategis. Payung hukum sudah ada, kemudian Inpres, Permendagri, Instruksi Mendagri, Keputusan Menteri Keuangan dan lain sebagainya,” tegasnya.

Ia menambahkan, Gubernur Jatim menyiapkan Rp 2,384 Triliun untuk menangani Covid-19. Anggaran sebesar itu diambilkan dari efisiensi perangkat daerah.

“Tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini dimintai 35 persen dari biaya langsung, ini juga sama dilakukan oleh DPRD. Nantinya anggaran itu akan digunakan untuk penanganan Covid-19, jaring pengaman sosial (social savety net), recovery ekonomi untuk 3 bulan, total ada 8 item kegunaan anggaran tersebut,” tandas politikus Gerindra ini.

Ditempat yang sama, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta masing-masing kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim tetap fokus menyiapkan langkah strategi untuk penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Sehingga, refocusing kegiatan yang dilakukan OPD bisa dimaksimalkan untuk menyentuh dan membantu masyarakat secara langsung.

“Saya minta semua OPD mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk ikut menangani pandemi Covid-19,” katanya.

Di karenakan dampak Covid-19 ini sangat luas pada masyarakat, Ia berharap agar OPD yang menangani industri dan UMKM bisa diarahkan untuk tetap produktif. Serta dialihkan untuk bisa ikut memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis. Dengan demikian, karyawannya akan tetap bisa bekerja dengan tetap menerapkan physical distancing.

“Ketersediaan APD saat ini menjadi sangat penting utamanya bagi para petugas medis. Oleh sebab itu, bagi OPD yang mengurusi industri dan UMKM bisa mengarahkan mereka untuk bisa ikut memproduksi APD,” pungkasnya.

Penulis: Agus DC

Editor: Luki Herdian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here