Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengatakan, pada November 2019 terjadi inflasi sebesar 0,14 persen.
Ia pun memastikan, wacana pemerintah yang akan menaikkan tarif listrik pada 2020 akan mengerek inflasi.
“Kalau kita membicarakan tarif dasar listrik karena bobotnya besar ya pasti akan berpengaruh,” tutur Suhariyanto, di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/12/2019).
Pria yang akrab disapa Kecik ini menuturkan, kenaikan tarif listrik dapat dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengguncang daya beli masyarakat. Mengingat tahun depan juga ada kebijakan lain seperti kenaikan cukai rokok.
“Kita harapkan tentunya, tidak ada kebijakan yang terlalu drastis sehingga mempengaruhi administrised prices, karena ini belum ada kepastian, kan. Tapi kalau ada kenaikan (inflasi), pasti,” paparnya.
Sebagaimana diketahui, sesuai dengan pembahasan APBN 2020, Pemerintah dan DPR RI sepakat untuk menjalankan subsidi tepat sasaran. Untuk itu, subsidi golongan 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM) akan dicabut mulai awal tahun depan.
Dengan demikian, golongan tersebut harus mengikuti penyesuaian tarif listrik (tariff adjustment). Imbasnya, alokasi subsidi listrik turun dari usulan Rp62,2 triliun menjadi Rp54,7 triliun.
Terkait wacana kenaikan TDL ini, Pemerintah masih menunggu usulan dari PT PLN (Persero).
Penulis: Ririe
Editor: Stevanny



























