Jakarta, PONTAS.ID – PT Pertamina (Persero) memulai kegiatan eksplorasi migas terbesar di Asia dalam 10 tahun terakhir berupa survei seismik 2D sepanjang 30 ribu kilometer dari Bangka sampai Papua, pada Selasa (12/11/2019).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, pun mengaku optimitis kegiatan tersebut bisa menghasilkan temuan migas.
“Kita mendorong peningkatan eksplorasi, baik di dalam wilayah kerja maupun di wilayah terbuka yang bertujuan untuk menemukan potensi cadangan-cadangan baru di area frontier yang selama ini belum tersentuh,” papar Arifin dalam pembukaan survei seismik 2D KKP Jambi Merang di Tanjung Priok, Selasa (12/11/2019)
Arifin bilang, sektor migas menjadi andalan dalam negeri untuk menopang berbagai kegiatan. Dengan potensi migas yang begitu besar, Indonesia perlu terus melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan minyak baru. Karenanya, ia meminta Pertamina untuk selalu proaktif dan meningkatkan kinerjanya dalam mengeksplorasi.
“Saya yakin dengan kemampuan kita bisa capai target 6 bulan. Yang penting usaha dulu. Usaha juga harus dengan perencanaan yang baik, sehingga bisa membuahkan hasil optimal demi kemaslahatan bangsa ini,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu, mengatakan, survei seismik 2D tersebut merupakan pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) kontrak bagi hasil gross split wilayah Kerja Jambi Merang yang dioperatori Pertamina Hulu Energi (PHE).
“Pertamina melalui kontrak bagi hasil gross split Jami Merang telah melaksanakan KKP kegiataan eksplorasi di wilayah terbuka. Salah satunya adalah survei seismik laut 2D dengan mengunakan teknologi terkini,” kata Dharmawan.
Dharmawan pun berharap, pelaksanan survei seismik diharapkan mampu berkontribusi bagi peningkatan produksi.
“Pelaksanaan survei seismik KKP Jambi Merang yang dilakukan oleh Eksplorasi Direktorat Hulu Pertamina adalah pelaksanaan perdana sekaligus merupakan kegiatan KKP pertama yang dilaksanakan di wilayah terbuka Indonesia. Harapannya, Pertamina dapat terus mendukung peningkatan produksi dan cadangan migas nasional,” harap Dharmawan.
Di sisi lain, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, mengungkapkan, Survei 2D tersebut dikerjakan oleh salah satu anak perusahaan, yaitu PT Elnusa Tbk (Elnusa). Dengan menggunakan teknologi 2D seismic marine broadband dan dikerjakan oleh single operator, Elnusa.
Ia pun mengungkapkan, survei seismik 2D lepas pantai ini merupakan aktivitas eksplorasi terbesar selama satu dekade terakhir.Lintasan sesimik 2D lepas pantai tersebut akan melewati beberapa cekungan yang diindikasikan memiliki potensi sumberdaya migas yang besar (giant discovery) di antaranya Bangka Offshore area – Makassar Strait dan Buton Offshore.
“Akan melewati perairan Bangka hingga Seram. Selain itu, seismik 2D ini menggunakan teknologi 2D seismic marine broadband dan dikerjakan oleh single operator, Elnusa,” tukas Dwi, dalam kesempatan yang sama.
Selain survei Seismik 2D lepas pantai tersebut, juga tengah berlangsung pelaksanaan survei seismik 3D di dalam wilayah kerja Jambi Merang seluas 237 km2 yang meliputi dua provinsi, yaitu Sumatera Selatan dan Jambi, serta tiga kabupaten, yaitu Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muaro Jambi.
Dwi pun menuturkan, KKP ini bisa meningkatkan kinerja menjadi lebih masif lagi. Dalam 5 tahun ke depan, akitivitas eksplorasi akan semakin baik. Hal itu juga bisa menarik para investor untuk ikut menggarap proyek-proyek migas dalam negeri.
“Ini akan memberi dampak kepada investor. Melalui survei ini, investor makin tertarik dengan kemampuan dalam negeri. Mudah-mudahan ini adalah kesempatan menemukan giant discovery. Tak hanya itu, kita semua optimis pemenuhan KKP di WK Jambi Merang ini akan berdampak positif dalam mendukung ketahanan energi nasional,” tandas Dwi.
Penulis: Ririe
Editor: Riana




























