Jakarta, PONTAS.ID – Demi menggenjot penyelesaian pembangunan pelabuhan Marunda yang sempat tertunda selama bertahun-tahun akibat sengketa hukum dengan salah satu pemegang sahamnya, saat unimanajemen PT Karya Citra Nusantara (KCN) akan melakukan penilaian kembali proyek pembangunan pelabuhan tersebut.
“Penilaian ini dilakukan oleh appraisal independen terhadap seluruh pembangunan dermaga pelabuhan yang sudah berdiri. sehingga bisa memperkirakan kebutuhan pendanaan untuk penyelesaian seluruh dermaga yang telah direncanakan,” ungkap Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara, Widodo Setiadi melalui keterangan tertulisnya yang diterima PONTAS.id, Rabu (30/10/2019).
Pihaknya kata Widodo, meminta appraisal menghitung nilai yang layak atas pekerjaan pembangunan dermaga pier 1 yang telah selesai dibangun sepanjang 1.950 meter yang saat ini 800 meter diantaranya telah beroperasi.
Hal ini dilakukan agar publik juga mengetahui bahwa KCN telah menghabiskan dana sekitar Rp.3 triliun.
“Namun manajemen menginginkan adanya penilaian dari pihak ketiga yang tidak terkait dengan pembangunan proyek ini, agar semua pihak mengetahui dengan jelas beragam pekerjaan dan dana yang telah dihabiskan, serta perkiraan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan dermaga hingga pier 3,” imbuhnya.
Pria yang akrab disapa Pak Wid ini juga berharap, bila tidak ada lagi persoalan hukum dan lainnya, proyek ini bisa selesai paling lambat pada 2023. “Upaya ini adalah salah satu solusi yang ditempuh oleh manajemen setelah putusan Mahkamah Agung yang memenangkan KCN,” ujarnya.
“Pembangunan proyek ini sudah tertunda cukup lama. Kami ingin pembangunan pier 2 dan 3 bisa segera jalan sehingga mata rantai logistik di dalam negeri bisa semakin efisien,” katanya.
Penulis: Edi Prayitno
Editor: Idul HM




























