APLSI Harap Erick Tohhir Tunjuk Dirut PLN Definitif

Kantor PLN

Jakarta, PONTAS.ID – Independent Power Producer (IPP) atau investor listrik yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) menyambut penunjukan Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara di Kabinet Indonesia Maju. APLSI berharap agar Menteri BUMN segera menunjuk Dirut PLN definitif.

“Kami berharap, beliau segera menunjuk Dirut PLN yang baru dan definitif. Sebab, sudah cukup lama, PLN dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt),” kata Direktur Eksekutif APLSI,Rizal Calvary Marimbo dalam keterangan pers, Senin (28/10/2019).

Untuk diketahui, sejak pertengahan tahun, sudah tiga pejabat pelaksana tugas yang ditunjuk menjadi pejabat pelaksana dirut PLN yakni Muhamad Ali, Djoko R Abumanan, dan terakhir Sripeni Inten Cahyani.

APLSI siap bekerja sama dan membantu pimpinan PLN baru. Termasuk dengan Plt saat ini Sripeni Inten Cahyani apabila kemudian ditetapkan secara definitif memimpin PLN. “Kita serahkan ke Pak Menteri saja. Siapa saja kita siap bermitra dan membantu,” ucap dia.

PLN membutuhkan dirut definitif baru. Sebab, banyak keputusan-keputusan strategis PLN yang perlu segera diambil pimpinan. “Kalau Plt kan terbatas. Tidak bisa mengambil kebijakan apalagi keputusan strategis,” ucap Rizal.

Terutama, saat ini, Kabinet Baru perlu membangkitkan optimisme investor di sektor energi serta mulai menerjemahkan visi Presiden Jokowi untuk menggairahkan investasi.

“Beliau pernah jadi investor dan berasal dari private sector. Tentu beliau paham sekali bagaimana melakukan treatment agar BUMN kelistrikan mampu bersinergi dengan dunia usaha untuk menyukseskan program pemerintah,” jelas Rizal.

APLSI siap membantu memberikkan masukan dan pemikiran kepada Menteri BUMN yang baru untuk menggairahkan investasi di sektor energi, utamanya di ketenagalistrikan.

Menurut dia, APLSI siap bermitra dengan PLN untuk mengawal proyek strategis negara berupa program 35ribu MW yang sudah dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

“Proyek negara ini membutuhkan hand in hand swasta dengan PLN. Butuh investasi yang besar. Tentu keuangan dan likuditas BUMN juga terbatas. Kita siap menjadi mitra strategis PLN sekaligus bagaimana negara menghidupkan dunisa usaha,” jelas dia.

“Maka partnership dengan private sector suatu keniscayaan. Pak Jokowi dan Pak Erick ingin membangkitkan optimisme investasi pihak swasta. Tentu kickoff moral-nya dari kemitraan swasta-BUMN,” tutup Rizal.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articlePengusaha ke Idham Aziz: Jaga Stabilitas Keamanan dan Ekonomi
Next articleBerkat Burket, Pertamina EP Hemat Miliaran Rupiah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here