Komisi VI Dukung Garuda Putus Kontrak Bombardier

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia.

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mendukung penuh pemutusan kontrak penggunaan pesawat Bombardier pada awal 2021. Hal ini dilakukan untuk menghentikan laju kerugian yang diderita Garuda Indonesia.

Adapun diketahui pemutusan kontrak ini dilakukan oleh Jajaran Direksi maskapai Garuda Indonesia dan Menteri BUMN Erick Thohir terhadap 12 pesawat Bombardier CRJ 1000.

“Saya selaku anggota komisi VI mendukung langkah pemutusan kontrak Bombardier, yang dilakukan oleh direksi Garuda Indonesia dan menteri BUMN,” kata Andre dalam keterangan tertulis, Kamis (11/2/2021).

Politikus Gerindra ini mengungkap tahu betul hitung-hitungan yang menjadi dasar pemutusan kontrak Bombardier dengan Nordic Aviation Capital (NAC). Ia menjelaskan pesawat Bombardier sebetulnya tidak sesuai dengan kondisi Indonesia.

“Kenapa kita dukung? Pertama, karena selama ini kan 12 pesawat Bombardier itu, dibayar oleh Garuda Indonesia setahun US$ 27 juta. Dan pesawat itu tidak cocok dengan kondisi kita,” tutur Andre.

Lebih lanjut Andre menjelaskan, setiap tahunnya Garuda Indonesia merugi US$ 30 juta dari pemakaian 12 pesawat Bombardier tersebut. Ia menambahkan hal ini memberatkan bagi Garuda Indonesia sebab maskapai ini memiliki kontrak dengan Bombardier sampai 2027.

Ia menilai jika kontrak terus dilanjutkan secara normal sampai enam tahun mendatang, maka kerugian akan semakin besar bagi Garuda Indonesia.

“Ini yang perlu digarisbawahi. Kalau kontrak itu terus dilanjutkan sampai 2027 sesuai dengan akhir kontrak, itu akan memberikan tambahan kerugian US$ 220 juta. Untuk itu kami mendukung langkah Garuda dan Kementerian BUMN untuk memutuskan kontrak Bombardier ini. Agar kerugian negara jangan sampai muncul dan juga untuk menyelamatkan keuangan Garuda,” terangnya.

Ia menegaskan baik pihak eksekutif maupun legislatif harus bersama-sama mendukung Garuda Indonesia agar bisa kembali berjaya. Terlebih setelah dunia penerbangan dihantam imbas pandemi yang cukup keras.

“Kita harus membuat Garuda Indonesia ini semakin eksis dan kembali pulih sebagai national flight carrier kita, untuk itu kita tentu mendukung langkah direksi garuda dan menteri BUMN,” pungkas Andre.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Stevany

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here