Jakarta, PONTAS.ID – Megaproyek pengembangan kilang Cilacap sampai sekarang belum bisa direalisasikan. Padahal, proyek ini sudah direcanakan sejak lima tahun lalu.
Alasannya, sampai sekarang belum ada kesepakatan final antara PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco terkait perbaikan dan peningkatan kapasitas (upgrading) Kilang Cilacap.
Wamen ESDM, Arcandra Tahar, pun menuturkan, perjanjian pembentukan perusahaan patungan (join venture development agreement/JVDA) proyek ini pun kembali diperpanjang untuk ketiga kalinya. Perundingan perjanjian yang semula dijanjikan selesai September, diperpanjang oleh Saudi Aramco sampai Oktober.
“Kilang Cilacap, JVDA diperpanjang sampai 31 Oktober, karena evaluasi masih berjalan,” kata Arcandra Tahar, di Jakarta, Jumat (4/10/2019).
Untuk diketahui, JVDA antara Pertamina dan Saudi Aramco untuk Kilang Cilacap tersebut berakhir pada September lalu. Perpanjangan JVDA ini merupakan kali ketiga yang dilakukan oleh kedua perusahaan migas pelat merah tersebut.
Penandatanganan JVDA sendiri pertama kali dilakukan pada Desember 2016, dua tahun setelah penetapan Saudi Aramco sebagai mitra pada 2014.
JVDA ini harusnya berakhir pada Desember tahun lalu, namun kemudian diperpanjang enam bulan hingga Juni ini. Sehingga, perpanjangan sampai September 2019 adalah kedua kalinya.
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menyampaikan, dalam pengembangan pembangunan Kilang Cilacap itu pihak dengan Saudi Aramco masih terus melakukan pembahasan berkenaan dengan pembentukan joint venture (JV).
“Kami punya lima kandidat valuer, mudah-mudahan pekan depan terpilih,” ungkap Nicke, beberapa waktu lalu.
Sejauh ini, kata Nicke, skema yang ditawarkan masih skema spin-off, yakni ekspansi terhadap akses eksisting.
“Namun kalau tidak workable, kita coba tawarkan yang bangun baru (bentuk usaha baru), Petrokimia,” tandas Nicke.
Asal tahu saja, pada proyek kilang Cilacap Pertamina memiliki saham mayoritas 55% dan Saudi Aramco menguasai 45%. Pembagian tersebut sudah sesuai dengan kesepakatan kedua perusahaan dalam head of agreement yang ditandatangani akhir 2015.
Revitalisasi kilang Cilacap akan meningkatkan kapasitas produksi kilang hingga 400 ribu barel per hari (bph), dari kapasitas saat ini sebesar 358 ribu bph. Meskipun dari sisi volume tidak terlalu besar peningkatannya, tapi kompleksitas produksi kilang akan semakin meningkat tajam dengan standar NCI menjadi 9,4 meningkat pesat dari sebelumnya yang hanya 4.
Penulis: Ririe
Editor: Stevanny




























