Sumur YYA-1 Berhasil Ditutup, Pertamina Fokus Pemulihan Wilayah Terdampak

Jakarta, PONTAS.ID – Setelah berhasil melakukan penutupan sumur YYA-1 pada kedalamanĀ 2.730 meter yang merupakan safe point, Pertamina kini lebih fokus kepada pemulihan dampakĀ lingkungan dan sosial bagi masyarakat terdampak.

Vice President Relations Pertamina Hulu Energi, Ifki Sukarya, menyatakan, pemulihan dampak lingkungan dan sosial masyarakat dilakukan melalui berbagai program CSR dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Program CSR yang dijalankan mencakup 4 aspek utama yakni lingkungan, kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.

ā€œPHE ONWJ bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk perguran tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat, serta penggiat lingkungan hidup, bergandengan tangan, untuk memulihkan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,ā€ ujar Ifki, Sabtu (28/9/2019).

Di bidang lingkungan hidup, lanjut Ifki, PHE ONWJ akan melakukan penanaman dan pemeliharaanĀ 83.000 mangrove di tiga wilayah yakni Karawang, Bekasi dan Kepulauan Seribu. Pemulihan mangroveĀ melibatkan kelompok masyarakat terdampak dan LSM serta stakeholder sebagai pelaku utama dalamĀ pembibitan mangrove.

ā€œKe depan, PHE ONWJ akan menjadikan kawasan mangrove sebagai pusat wisata, karena itu masyarakatĀ juga akan diberikan pelatihan usaha magrove serta dibentuk kelompok-kelompok wisata,ā€ imbuh Ifki.

Selain mangrove, PHE ONWJ juga akan melakukan konservasi terumbu karang untuk menjaga ekosistemĀ biota laut. Saat ini, PHE ONWJ bekerjasama dengan perguruan tinggi dan LSM telah menyiapkan sekitarĀ 804 modul Honai untuk konservasi terumbu karang.

ā€œUntuk konservasi terumbu karawang, akan dibangun Central Pelatihan Terumbu Karang yang ditujukanĀ untuk para nelayan, pembudidaya serta masyarakat pesisir dan penggiat lingkungan hidup,ā€ papar Ifki.

Di bidang kesehatan, PHE ONWJ bekerjasama dengan Pertamedika terus memberikan layananĀ kesehatan di wilayah terdampak dengan menerjunkan 10 dokter, 69 paramedik dan 5 ambulance yang tersebar di 10 Posko Kesehatan. Secara kumulatif sejak dibuka layanan kesehatan, total masyarakatĀ yang telah melayani mencapai 26.800 pemeriksaan warga.

Untuk membantu kesehatan ibu hamil dan balita, PHE ONWJ bekerjasama dengan bidan desa, puskesmas dan posyandu telah memberikan 80 paket makanan tambahan bergizi serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan balita. Program penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, dan pemberian makanan tambahan melalui posyandu akan dijalankan di desa terdampak lainnya.

ā€œPHE ONWJ juga telah membangun berbagai sarana air minum untuk membantu wilayah terpencil yangĀ masih kesulitan akses terhadap air bersih,ā€ terang Ifki.

Selain itu, PHE ONWJ juga akan terus membantu meningkatkan berbagai sarana dan prasaranaĀ pendidikan serta infrastruktur lainnya yang dibutuhkan warga.

PHE ONWJ juga telah melakukan relokasi sementara terhadap 27 KK yang tinggal di tiga dusun di DesaĀ Cemara Jaya. Relokasi ini dilakukan terhadap rumah warga yang terkena banjir rob ketika musim anginĀ darat tiba seperti saat ini.

Untuk mendukung pemulihan ekonomi, sebagai tahap awal, telah memulai proses pencairan danaĀ kompensasi. Sebanyak 10.271 warga yang telah terverifikasi untuk menerima dana kompensasi awal.

Perhitungan besaran dana kompensasi final diharapkan selesai pada Oktober mendatang, sehinggaĀ diharapkan pada bulan November atau awal Desember, sudah bisa mulai diberikan kompensasi penuhĀ sesuai perhitungan tim yang saat ini sedang bekerja.

ā€œPHE ONWJ juga akan terus meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir di wilayah terdampak denganĀ berbagai program kemitraan agar kehidupan ekonomi masyarakat menjadi lebih sejahtera,ā€ pungkas Ifki.

Penulis: Riana

Editor: Luki H

Previous articleHUT Pertambangan, Jonan Tekankan Pengembangan Energi Ramah Lingkungan
Next articleHUT ke 68, IBI Asahan Terus Tingkatkan Kompetensi 1.200 Bidan