Asahan, PONTAS.ID – Dalam hal pembentukan dan pemberdayaan desa maritim di wilayah perairan khusunya Kabupaten Asahan dan peningkatan kemanan dan keselamatan dilaut secara umum, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan telah menetapkan Desa Silo Baru, Kecamatan Silo Laut sebagai Desa Maritim.
Penetapan yang didasari atas kerjasama Pemkab Asahan dengan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) ini dikuatkan dengan Keputusan Bupati Asahan Nomor 269-DISKAN-Tahun 2019 tertanggal 16 September 2019.
Dengan demikian Desa Silo Baru menjadi salah satu dari 5 Desa Maritim yang menjadi binaan Bakamla RI atau Indonesian Coast Guard (IDNCG).
Hal itu disampaikan Plt. Bupati Asahan Surya, pada acara Pembentukan Kelompok Potensi Maritim (Poksimar) dan Bimbingan Tehknis Aplikasi Laut Nusantara dan Sister Net, yang digelar di Kantor Kepala Desa Silo Baru, Kecamatan Silo Laut, Asahan, Sumatera Utara, Rabu (18/9/2019).
Lebih lanjut Surya juga menjelaskan tentang beberapa hal yang berkaitan dengan letak gegrafis Kabupaten Asahan, antara lain tentang posisi Kabupaten Asahan yang berbatasan langsung dengan laut Malaysia sehingga memiliki potensi gangguan kemanan laut, seperti penyeludupan barang terlarang, ancaman terorisme, dan kegiatan ilegal lainnya.
“Semoga Bakamla RI dapat menjaga keamanan secara maksimal diwilayah laut dan perairan Kabupaten Asahan dari segala ancaman kejahatan dan kegiatan ilegal,” ucap Surya.
Dan dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama antara Pemkab Asahan dengan Bakamla RI, Surya juga berharap dapat terbangun komunikasi dan sinergitas yang baik antara Pemkab Asahan, TNI, Polris serta instansi vertikal lainnya terkait dengan pelaksanaan tugas keamanan di wilayah perbatasan.
Sedangkan Plt. Deputi Informasi Hukum dam Kerjasama Bakamla RI, Laksma Dade Ruskandar mengatakan, penandatangan perjanjian kerjsama pembentukan desa maritim merupakan sebuah upaya yang sangat berguna dalam menyelaraskan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pihak berdasarkan pada prinsip saling menguntungkan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Laksma Dade Ruskandar juga menjabarkan, kegiatan tersebut digelar selain membentuk Poksimar juga untuk mendapatkan bimbingan teknis Aplikasi Laut Nusantara dan Sister Net yang merupakan hasil kerja sama antara Bakamla RI dengan PT. XL Axiata.
“Melalui Poksimar ini diharapkan masyarakat Desa Solo Baru dapat menjadi jembatan informasi keamanan dan keselamatan di laut, dan kedepan akan menjadi mitra Bakamla RI dalam mendukung tugas dan fungsi Bakamla,” sebut Laksma Dade.
Acara juga diisi dengan dosialisasi laut nusantara dan SISTER NET yang dihadiri oleh masyarakat Desa Maritim Solo Baru , Perwakilan XL Axiata Andy Satrio Yudho menyampaikan rasa bangganya dapat mengambil peran membangun serta melayani masyarakat melalui sarana telekomunikasi seluler di Kabupaten Asahan.
Dukungan terhadap Program Desa Maritim Solo Baru diwujudkan secara nyata dalam aplikasi Laut Nusantara yang dapat meningkatkan efisiensi nelayan dalam menangkap ikan, serta memperkenalkan aplikasi Sister Net untuk mendukung pemberdayaan wanita Desa Maritim Sili Laut. Untuk mendukung hal tersebut, diserahkan Telepon Seluler sebanyak 6 buah kepada kelompok Nelayan, WIFi Router berikut Paket Data Gratis selama satu tahun kepada Kepala sekolah sebanyak 3 Buah.
Turut juga hadir dalam acara tersebut, Danlanal TBA Letkol Laut (P) Rapitno, Heat CSR XL Axiata Pusat Andy Satrio Yudho, perwakilan dari Polres Asahan, beberapa OPD terkait, Camat Silo Laut dan unsur Forkopimcam.
Penulis: Bayu Kurnia Jaya
Editor: Pahala Simanjuntak




























