2020, ESDM Tambah Kuota Jargas di Ibu Kota Baru

Ilustrasi Jaringan Gas Rumah Tangga (Foto: ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah kuota pemasangan sambungan jaringan gas bumi rumah tangga di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Hal ini dilakukan pasca-ditetapkannya Kabupaten tersebut sebagai salah satu wilayah ibu kota negara Indonesia yang baru menggantikan Jakarta.

Kuota pemasangan sambungan gas rumah di Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2020, jelasnya, menjadi 5.000 sambungan gas rumah atau naik 1.000 dari kuota yang ditetapkan sebelumnya sebanyak 4.000 sambungan.

“Sampai saat ini terdata 2.329 kepala keluarga bersedia menjadi pelanggan sambungan aliran gas bumi rumah tangga atau hampir 50 persen dari kuota,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara, Ahmad Usman, dikutip dari Antara, Minggu (8/9/2019).

Penambahan kuota sambungan aliran gas bumi rumah tangga tersebut, menurut Ahmad, karena Kabupaten Penajam Paser Utara dipilih sebagai salah satu wilayah Ibu Kota negara.

“Penambahan sambungan gas rumah tangga karena Kabupaten Penajam Paser Utara dipilih menjadi ibu kota negara. Kami berharap, pemasangan sambungan aliran gas bumi rumah tangga di wilayah Penajam Paser Utara bisa mencapai 10.000 sambungan gas rumah untuk empat kecamatan,” tuntas Ahmad.

Penulis: Stevanny

Editor: Riana

, Kalimantan Timur.

Hal ini dilakukan pasca-ditetapkannya Kabupaten tersebut sebagai salah satu wilayah Ibu Kota baru menggantikan Jakarta.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara, Ahmad Usman, mengatakan, kuota pemasangan jargas rumah tangga pada 2020 telah ditambah oleh Kementerian ESDM.

Kuota pemasangan sambungan gas rumah di Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2020, jelasnya, menjadi 5.000 sambungan gas rumah atau naik 1.000 dari kuota yang ditetapkan sebelumnya sebanyak 4.000 sambungan.

“Sampai saat ini terdata 2.329 kepala keluarga bersedia menjadi pelanggan sambungan aliran gas bumi rumah tangga atau hampir 50 persen dari kuota,” katanya, dikutip dari Antara, Minggu (8/9/2019).

Penambahan kuota sambungan aliran gas bumi rumah tangga tersebut, menurutt Ahmad, karena Kabupaten Penajam Paser Utara dipilih sebagai salah satu wilayah ibu kota negara.

“Penambahan sambungan gas rumah tangga karena Kabupaten Penajam Paser Utara dipilih menjadi ibu kota negara” ujarnya.

Presiden Joko Widodo telah menetapkan ibu kota negara akan dipindahkan dari Jakarta ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara an Kabupaten Kutai  Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Kami berharap pemasangan sambungan aliran gas bumi rumah tangga di wilayah Penajam Paser Utara bisa mencapai 10.000 sambungan gas rumah untuk empat kecamatan,” tambah Ahmad Usman.

Penulis: Stevanny

Editor: Riana

Previous articleGanjil-Genap Diperluas ke 16 Ruas Jalan, Berlaku Mulai Besok!
Next articleGelar Aksi di CFD, KPK Desak Jokowi Tak Teken RUU KPK