Jakarta, PONTAS.ID – SKK Migas membuka data mengenai potensi eksplorasi sektor hulu migas di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan dalam acara Forum Bisnis di Kuwait.
Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyelenggarakan Forum Bisnis di Kuwait dalam rangka meningkatkan peluang kerjasama dan investasi di Indonesia. Diharapkan, ada kerjasama di sektor invetasi migas.
“SKK Migas berkomitmen untuk menyampaikan update informasi perkembangan hulu migas di Tanah Air melalui Migas Corver KBRI Kuwait agar data dan informasi yang ditayangkan senantiasa update,” kata adiv ProKom SKK Migas, Wisnu P Taher, dalam keterangannya, Rabu (4/9/2019).
Asal tahu saja, Kuwait adalah salah satu mitra energi terbesar Indonesia, dengan nilai impor migas dari Kuwait mencapai $ 214 juta (2018). Nilai perdagangan kedua negara mencapai lebih dari $ 403 juta (2018).
Kuwait Foreing Petroleum Exploration Company (KUFPEC) adalah salah satu perusahaan migas asing yang telah menanamkan investasinya di Indonesia. Pada bulan Juni 2019, KUFPEC menandatangani kontrak bagi hasil Gross Split untuk Wilayah Kerja (WK) migas Anambas . Lokasi ini merupakan hasil lelang WK minyak dan gas bumi tahap I 2019. Konsorsium Kufpec Indonesia (Anambas) B.V berkomitmen mengucurkan US$ 35,2 juta untuk investasi pencarian migas di Blok Anambas.
Dalam berbagai kesempatan tersebut, KUFPEC telah berkomitmen untuk terus menambah porsi investasinya di Indonesia. Tentu saja, peresmian Migas Corner di KBRI Kuwait diharapkan semakin meningkatkan minat perusahaan migas di Kuwait untuk berinvestasi di Indonesia melalui kemudahan akses data dan informasi.
SKK Migas berkomitmen untuk menyampaikan update informasi perkembangan hulu migas di tanah air melalui Migas Corver KBRI Kuwait agar data dan informasi yang ditayangkan senantiasa update.
Penulis: Riana
Editor: Idul HM



























