Limbah PT Aquafarm Nusantara Masih di Bawah Baku Mutu

Pengolahan sampah oleh PTAN yang di buang ke TPA. (Foto: Dok. Pontas)

Sergai, PONTAS. ID – Terkait adanya laporan dari sekelompok warga yang protes tentang limbah pengolahan ikan dari PT Aquafarm Nusantara (PTAN), di Desa Naga Kisar Kecamatan Pantai Cermin, Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sergai melakukan investigasi ke lokasi, Senin (2/9/2019) lalu.

Ternyata, limbah dari pengolahan ikan PTAN dikelola pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Setelah melalui proses pengolahan di endapkan di kolam IPAL, air limbah di buang ke saluran pembuangan menuju Sungai Jamik, Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan.

Untuk membuktikan hal tersebut, Afrizal, selaku Eksternal Affair PTAN bersama Kadis LH Sergai, H. Panisean Tambunan, dan Tim ahli Dinas LH Sergai, melakukan investigasi atas Pengelolaan Limbah dari Proses Pengolahan Ikan.

Menurit Afrizal, air Limbah yang dibuang di bawah baku mutu, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup. Untuk penaatan, PTAN telah memiliki Izin Pembuangan Limbah Cair dari Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai No. 002/36/DPMP2TSP-SB/III/2019.Untuk Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

PTAN juga memiliki Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3, dan telah memiliki Izin dari Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten serdang Bedagai, No 0003/34/DPMP2TSP-SB/III/2019. Untuk pengelolaan sampah yang berasal dari kegiatan di lingkungan kerja PTAN. Sampah dikumpul di tempat penampungan di areal lokasi PTAN, untuk pemisahan sampah organik dan non organik.

Perusahaan bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, untuk pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang dikelola oleh Pemkab Sergai di Desa Cilawan, Kec Pantai Cermin. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Sergai.

“Kami telah menerima pengarahan untuk dapat mengirim langsung dengan menggunakan mobil pengangkutan perusahaan, untuk mengirim sampah ke Tempat Pembuangan Akhir. Selanjutnya hal ini akan kami lakukan secara terus menerus untuk menghindari penumpukan sampah di lokasi tempat penampungan sementara di areal perusahaan,” papar Afrizal.

Tim DLH Sergai, kala itu juga telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi tempat pengumpulan sampah, ternyata tidak melihat bahwa sampah dibuang ke sungai yang mengalir ke laut. Kondisi tempat pengumpulan sampah sudah dalam keadaan bersih. Begitu juga dengan dugaan pipa yang digunakan sebagai pembuangan limbah ke laut.

Kadis LH Sergai, H. Panasean Tambunan, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (3/9/2019) siang kemarin, mengatakan bahwa pipa tersebut merupakan instalasi pengambilan air laut oleh perusahaan yang untuk sementara waktu tidak digunakan lagi. Jelas bahwa pipa tersebut bukan merupakan saluran pembuangan air limbah.

“Untuk proses budidaya pembenihan ikan, PTAN mengambil air dari Sungai dengan cara memompakan ke kolam penampungan dengan istilah waduk. Jadi, perusahaan sangat berkepentingan sekali untuk tetap menjaga kualitas air agar tidak tercemar. Jika air sungai di sekitar lokasi tempat penampungan sampah tersebut sudah tercemar jelas akan berdampak pada keberhasilan budidaya benih perusahaan,” jelas Tambunan.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Riana

Previous articleData Migas RI Dibuka ke Pengusaha Kuwait
Next articleBau Busuk di Areal Kantor Wali Kota Ganggu Warga Jakarta Utara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here