PGN Siap Dukung Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

Ilustrasi jaringan distribusi gas milik PGN

Jakarta, PONTAS.ID – Perusahaan Gas Negara (PGN) mengaku siap melakukan perencanaan pembangunan pipa gas untuk pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan. Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso, mengklaim, sumber gas cukup banyak terdapat di pulau tersebut.

“Kita siap, kalaupun rencana pemindahan ibukota sesuai dengan rencana Presiden Joko Widodo ke Kalimantan, sebetulnya sumber gasnya cukup banyak terutama di daerah Kalimantan Timur,” ungkap Gigih, di Jakarta, belum lama ini.

Gigih menjelaskan, PGN akan melakukan perencanaan untuk membangun pipa menuju ke Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat ataupun Tengah. Jalur pipa Trans-Kalimantan akan menghubungkan Kalimantan Timur, Selatan, Barat dan Tengah.

“Jadi jalur pipa ini harus dibangun agar gas dari Kalimantan Timur bisa mengalir sampai ke Kalimantan Barat,” jelasnya, dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan potensi kebutuhan gas terkait rencana pemindahan Ibu Kota di Kalimantan sekaligus menjadikan pulau tersebut sebagai kawasan green energy atau energi ramah lingkungan, mencukupi.

Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa, menjelaskan, dari sisi alokasi gas BPH Migas, maka diperkirakan kebutuhan gas bumi terkait rencana pemindahan Ibu Kota di Kalimantan sekitar 1.532,52 MMSCFD.

Perkiraan kebutuhan itu terdiri dari perkiraan kebutuhan untuk pembangkit listrik sekitar 528,6 MMSCFD, kemudian potensi untuk kebutuhan ibukota dengan asumsi 1,5 juta penduduk sekitar 34,7 MMSCFD, lalu potensi pemindahan 34 kantor kementerian membutuhkan sekitar 17,02 MMSCFD.

Sedangkan, potensi kebutuhan gas untuk kawasan industri yang dibangun sepanjang Kalimantan yakni di Maloy Batuta (Kalimantan Timur), Tanah Kuning (Kalimantan Utara), Landak dan Ketapang (Kalimantan Barat) serta di Batulicin dan Jorong (Kalimantan Selatan) mencapai sekitar 851,2 MMSCFD.

Ia juga menuturkan, kebutuhan gas bumi di Kalimantan tahun 2018-2027 berdasarkan neraca gas sebesar 622,51 MMSCFD.

“Kami berharap, Kalimantan bukan hanya menjadi Ibu Kota baru bagi Indonesia, namun juga bisa menjadi percontohan bagi kawasan green energy secara nasional,” tukas Fanshurullah Asa.

Penulis: Riana
Editor: Luki H

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here