Jakarta, PONTAS.ID – PT Pertamina (Persero) mengklaim hingga saat ini terus melakukan upaya maksimal untuk memastikan sekecil mungkin dampak ke lingkungan yang terjadi, pasca munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore Noert West Java (PHE ONWJ) pada 12 Juli lalu.
Taufik Aditiyawarman, selaku Incident Commander, mengatakan, poses pengeboran relief well atau sumur untuk menutup insiden tumpahan minyak (oil spill) di anjungan YY sumur YYA-1 PHE ONWJ sudah mencapai kedalaman 2.050 kaki. Target kedalaman untuk menutup sumur YYA-1 PHE ONWJ berada di angka 9000 kaki.
Ia pun mengungkapkan, proses penangananan tersebut lebih cepat dua hari dari yang ditargetkan. Dari estimasi 67 hari, kini targetnya menjadi 65 hari dan akan terus dipercepat.
“Kita punya 2.769 personel yang ada di darat dan laut. Dengan daya dukung yang ada seperti kapal, rig relief well dan lainnya. Pengerjaan sudah 2 hari lebih cepat, kami memang ingin pengerjaan berjalan lebih cepat dari rencana awal,” papar Taufik, saat konferensi pers di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
Taufik melanjutkan, penjagaan static oil boom untuk menjaring oil spill di sekitar sumur YYA-1 sudah diperluas dalam area 4,7 km di sekitar area sumur YYA-1. Selain itu, Pertamina juga memasang 600 meter movable oil boom untuk mengadang oil spill yang lepas dari sumber utama karena tersapu ombak.
Untuk mengangkat dan menyedot tumpahan minyak, Pertamina mengerahkan 4 oil skimmer, serta 44 kapal untuk combat oil spill, penampungan sementara, patrol, dan standby firefighting.
“Total oil spill yang berhasil diangkat dari offshore sudah mencapai 3.965,71 barel. Saat ini, rata-rata oil spill yang berhasil diangkat sekitar 400 barel sampai 500 barel per hari,” kata Taufik.
“Kemudian, mengenai penanganan limbah B3, penyimpanan dan transportasinya itu ikut dari ketentuan KLHK. Jadi kita fokusnya untuk menyiapkan APD untuk masyarakat, karena kita tidak ingin masyarakat dilibatkan tanpa dilengkapi APD. Itu bisa membahayakan kesehatan mereka,” tuntas Taufik.
Penulis: Riana
Editor: Luki H




























