
Palangka Raya, PONTAS.ID – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH MIGAS) RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Prospek Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Gas Bumi di Kalimantan Melalui Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Kalimantan, di Palangka Raya, Rabu (31/7/2019).
Dalam sambutannya, Ketua BPH Migas, Fanshurullah Asa, menuturkan, FGD tersebut menjadi salah satu upaya mewujudkan rencana pembangunan pipa gas trans Kalimantan sesuai amanah UU migas No 22 tahun 2011.
“Selain itu, dengan rencana pembangunan pipa gas trans Kalimantan merupakan pengawasan terhadap pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak serta pengangkutan gas bumi demi kesejahteraan masyarakat,” ucap Fanshurullah.
Setelah dilihat sisi pasokan gas dan kebutuhan gas di Kalimantan dan sudah melalui survei terkait demand and supply, maka BPH Migas rencananya akan melelang pembangunan pipa gas trans Kalimantan dengan melibatkan investor.
Adapun, harapan dengan rencana pembangunan tersebut adalah terwujudnya keadilan sosial di Kalimantan, naiknya pertumbuhan ekonomi, keadilan energi dan keadilan wilayah.
“Kami berharap perjuangan kami untuk pipa gas bumi trans Kalimantan ini bisa menjadi bagian dalam RPJMN 2020-2024 dan juga menjadi proyek strategis nasional yang sekarang sedang dibahas dengan Bappenas,” papar Fanshurullah.
Asal tahu saja, berdasarkan Neraca Gas Bumi Indonesia Tahun 2018-2027, dapat diperkirakan bahwa Bumi Kalimantan akan mengalami surplus supply yang selama ini mayoritas pasokan diolah menjadi LNG Domestik dan komoditas ekspor, akan tetapi pemanfaatannya masih belum optimal khususnya bagi wilayah Kalimantan. Padahal potensi pengembangan sumber gas di wilayah Kalimantan sangatlah besar.
Pasokan gas bumi wilayah Kalimantan pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 2.609,49 MMSCFD (terdiri dari existing 1.388,09 MMSCFD, project on going 26,91 MMSCFD dan 2 projek hulu yang akan first gas in dari IDD dan ENI sebesar 1.218,20 MMSCFD).
Gas bumi yang diolah diperuntukan bagi penggunaan transportasi, rumah tangga dan pelanggan kecil, lifting minyak, industri pupuk, industri berbasis gas bumi, hingga pembangkit listrik.
Penulis: Riana
Editor: Hendrik JS



























