
Asahan, PONTAS.ID – Meski harga cabai merah di Asahan hari ini mengalami sedikit penurunan, namun tetap saja memberatkan dompet para ibu. Pasalnya tingginya harga cabai merah tersebut berhubungan langsung dengan bertambahnya biaya belanja yang harus dirogoh ibu rumah tangga.
Seperti yang disampaikan seorang ibu rumah tangga warga kota Kisaran, Endang (43) yang berharap Pemerintah Kabupaten Asahan bisa secepatnya menstabilkan kembali harga cabai merah agar tidak memberatkan perekonomian warga.
“Haduuuhhh….uang belanja enggak naik-naik, malah harga cabai merah yang naik. Enggak mungkinkan kalau masak di rumah, rasa pedasnya diganti sama semut rang-rang”, ujar Endang sedikit berkelakar.
Menurut pengakuan seorang pedagang sayuran, Andre (38) yang ada di pasar tradisional di Jalan H. Misbah, Kisaran, Asahan, mengatakan tingginya harga cabai merah dalam beberapa hari terakhir disebabkan tingginya harga beli pedagang dari pemasok.
“Hari ini harga cabai merah Rp. 80 ribu, ada penurunan sedikit bila dibanding dengan harga kemarin Rp. 100 ribu per Kg,” kata Andre ketika ditemui PONTAS.id, Jumat (14/6/2019).
Sebelumnya Pemkab Asahan melalui Dinas Koperasi dan Perdagangan mengatakan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait tentang tingginya harga cabai merah di Kabupaten Asahan.
Hal tersebut seperti yang disampaikan Kadis Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan melalui Kabid Perdagangan, Emran, Kamis (13/6/2019).
“Secepatnya akan dilakukan koordinasi dengan pihak terkait agar harga cabai merah bisa segera stabil”, ujar Emran.
Emran juga mengatakan kenaikan harga cabai merah juga dipacu oleh pasukan lokal yang semakin menepis.
“Karena stok mulai habis, cabai merah dari luar masuk sehingga harga menyesuaikan pasar,” tukas Emran.
Penulis: Bayu Kurnia Jaya
Editor: Pahala Simanjuntak



























