Jakarta, PONTAS.ID – Warga Kampung Pangkalan RT 11/RW 04, Desa Kedungpengawas, mengatakn ruko yang digerebek Tim Densus 88 itu kerap didatangi oleh empat orang yang tak dikenal warga sekitar. Mereka terdiri dari tiga laki-laki dan seorang wanita.
“Kegiatan mereka terpantau warga, kalau malam hari, saat keluar masuk pintu ruko. Tapi, aktivitasnya apa, tidak ada yang tahu karena pintu selalu tertutup,” kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kedungpengawas, Maryanto, Sabtu (4/5/2019).
Warga menduga, penghuni ruko tersebut baru menempati sekitar sebulan yang lalu. “Setahu saya, ditempati oleh keempat orang itu, setelah Pemilu, 17 April lalu,” tuturnya.
Dari jalan, pintu jenis rolling door selalu tertutup rapat. “Warga nggak bisa lihat aktivitasnya, hanya aktivitas keluar masuk ruko saja,” bebernya.

Sementara, warga lainnya Abdulah (40) menyebutkan ruko selalu dalam keadaan tertutup dan kosong. “Setahu saya, ruko kosong dan selalu tertutup. Dulu pernah dihuni Ki Opung,” imbuhnya.
Maryanto melanjutkan, warga sangat berterima kasih atas penangkapan terduga teroris yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror.
“Warga di sini mengapresiasi kepada Kepolisian yang telah berhasil menangkap pelaku teroris. Kalau terjadi sesuatu misalnya ledakan di desa kami, pasti sangat merugikan warga,” ungkapnya.
Dia mengajak kepada seluruh warga untuk membantu polisi melalui deteksi dini, mencegah perbuatan terorisme di lingkungan sekitar.
“Caranya dengan melapor ke polisi apabila mendapati aktivitas warga baru namun dengan penuh gelagat mencurigakan,” katanya.
Dengan aksi penggerebekan ini, kata dia, pihaknya akan mengusulkan kepada perangkat desa untuk mengetatkan pengawasan terhadap pendatang baru.
Penulis: Idul HM
Editor: Risman Septian




























