Jakarta, PONTAS.ID – Pesta Demokrasi 2019 telah terlaksana dengan baik, Pemilihan presiden sudah selesai. Tinggal menunggu hasil penghitungan resmi oleh KPU untuk menentukan presiden terpilih.
Direktur Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA), Yeka Hendra Fatika menilai, bahwa kedepan makin banyak tantangan sektor pertanian yang akan dihadapi siapapun presiden terpilih nantinya.
“Meski memiliki peran yang sangat vital, namun pangsa sektor pertanian terhadap perekonomian nasional terus mengalami penurunan. Selain itu, serapan tenaga kerja sektor tersebut juga terus merosot. Setidaknya ada tiga permasalahan utama yang dialami sektor pertanian nasional saat ini,” ujar Yeka di Jakarta, Rabu (24/4/2019).
Menurut Yeka, permasalahan tersebut antara lain adalah produksi, distribusi, dan keterjangkauan harga. Masalah produksi terkait kapasitas, produktivitas petani, insentif untuk petani, dan data yang tidak akurat sehingga menimbulkan masalah dalam kebijakan impor.
Oleh sebab itu, Lanjut Yeka pemerintah yang baru perlu melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam pengambilan kebijakan. Ketiga permasalahan tersebut juga perlu ditangani agar ketahanan pangan nasional dapat terwujud. Pasalnya, apabila ketahanan pangan tidak berjalan baik, kerentanan pangan tidak hanya mengganggu perekonomian, namun juga kesejahteraan masyarakat.
Yeka pun mengigatkan Presiden terpilih agar menentukan menterinya sesuai dengan Kriteria sebagai berikut:
1. Memiliki leadership yang kuat dan mengayomi sehinga ego sektoral antar direktorat lingkup kementerian dapat dihilangkan. Leadership yang kuat juga terimplementasi dalam kemampuannya dalam menentukan eselon 1 yang berkualitas dan profesional, tidak bisa diintervensi oleh kepentingan politik, bisnis dan golongan.
2. Memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi dengan lintas lembaga yang menentukan kesuksesan tujuan pembangunan pertanian, seperti DPR, Kementrian Perekonomian, Kementrian Keuangan, Bapenas, Kementrian Pekerjaa Umum, Kementrian Perdagangan, Kementrian Perindustrian, Perum Bulog dan lainnya. Lembaga lembaga tersebut perlu diajak bicara dan diyakinkan mengenai pentingnya sinergitas dalam pencapaian tujuan pembangunan pertanian.
3. Memiliki kemampuan dalam pengambilan keputusan yang tepat. Seringkali pengambilan keputusan dihadapkan dengan ketidaktersediaan data yang akurat dan keadaan yang tidak menentu. Dalam hal inilah diperlukan teknik/metoda/cara yang cepat dan tepat dalam pengambilan keputusan.
4. Memiliki jaringan dengan pelbagai organisasi/asosiasi dan komunitas komunitas petani dan peternak diseluruh indonesia. sehingga jika ada masalah di grassroot dapat ditanggulangi secara cepat.
5. Memililiki kemampuan dalam membangun atau menyusun struktur organisasi yang kuat, efisien dan efektif.
Penulis: Hartono
Editor: Idul HM




























