120 Pemantau Pemilu Ikut Awasi Pemungutan Suara April 2019

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman.

Jakarta, PONTAS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengundang 120 pemantau pemilu untuk melihat langsung jalannya Pemilu 2019. Pemantau tersebut berasal dari domestik dan asing yang sudah mendaftar ke KPU RI.

“Dari120 delegasi itu rinciannya macam-macam, ada yang dari KPU di negara-negara luar Indonesia. Kemudian ada Internasional NGO, pemantau pemilu dari negara-negara sahabat (embassy) yang ada di Indonesia. Kemudian ada pemantau pemilu domestik, seperti Perludem, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR),” ungkap Ketua DPR RI, Arief Budiman, di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Menurut Arief, siapa pun boleh mendaftar ke KPU RI sebagai pemantau Pemilu. Asalkan, merupakan lembaga yang resmi dan sudah mendapat izin. Pemantau pemilu asing juga harus sudah mendapatkan izin dari Kementrian Luar Negeri.

“Pemilu kita terbuka, siapa pun boleh datang, siapa pun boleh melihat, siapa pun boleh mempunyai status sebagai pemantau pemilu sepanjang memenuhi syarat. Jadi kalau pemantau asing, dia nanti akan dapat clearance (izin) dari kementrian luar negeri. Kemudian, kalau dia mau jadi pemantau akreditasi diberikan dari Bawaslu,” terang Arief.

Adanya pemantau pemilu, menurut Arief, bukan saja dilakukan pada tahapan pemilu nasional, namun begitu juga pada saat Pilkada.

“Pemantau dari manapun silakan melihat. Pesannya adalah agar hal-hal baik di dalam pemilu kita, diceritakan dan diinformasikan kepada pihak luar dimanapun. Supaya mereka tahu bahwa pemilu di Indonesia baik loh, pemilu di Indonesia ini yang rumit, yang complicated ini bisa dijalankannya dengan aman dan damai,” tandasnya.

Penulis: stevany

TEditor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here