
Tebingtinggi, PONTAS.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Tebingtinggi, menggelar sosialiasi pengawasan pemilu kepada pers, mahasiswa dan elemen pemuda di pondok Bagelen, Tebingtinggi, Sumatera Utara, . Selasa (26/3/2019).
“Sosialisasi ini diadakan karena sangat penting demi untuk memastikan para kontestan pemilu bisa mematuhi segala peraturan yang berlaku,” kata Ketua Bawaslu Tebingtinggi, Huriadi Panggabean mengawali sambutannya.
Huriadi berharap, agar semua pihak, terutama pers berperan aktif membantu Bawaslu mengawasi pelaksanaan Pemilu yang akan digelar serentak pada Rabu, 17 April 2019 mendatang. Sebab, pers merupakan sarana efektif mengedukasi masyarakat termasuk dalam pendidikan politik.
“Peran pers sangat penting dalam mengawasi kecurangan selama rangkaian pelaksanaan pemilu. Pers juga merupakan sarana penting bagi masyarakat untuk mendinginkan suasana politik,” imbuhnya.
Huriadi menambahkan, meskipun semua pihak memahami Pemilu 2019 penuh dengan dinamika, namun seluruh komponen banagsa harus tetap optimis pesta demokrasi sekali dalam lima tahun tersebut akan berjalan dengan baik dan sukses.
“Jika memang menemukan hal-hal yang dapat mengganggu jalannya Pemilu, sampaikan kepada yang berwenang sesuai peraturan yang berlaku,” tutupnya.
Sehari sebelumnya, Bawaslu Tebingtinggi juga telah melantik dan mengambil sumpah 513 pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-kota Tebingtinggi. Pengambilan sumpah dipimpin Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dari masing-masing lima kecamatan.
Huriadi mengatakan, pengawas TPS harus melakukan pengawasan langsung rangkaian proses pemungutan suara hingga rekapitulasi hasil suara di tingkat TPS. Mulai dari persiapan pemungutan suara, pelaksanaan pemungutan suara, persiapan penghitungan suara, pelaksanaan penghitungan suara dan pergerakan hasil penghitungan suara dari TPS ke Panitia Pemungutan Suara (PPS)
“Dan sekaligus kita lakukan bimtek bagi pengawas agar semakin paham akan tugasnya,” ujarnya.



























