Soal Paripurna Cawagub DKI, Prasetio Ngaku Belum Tahu

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengakui bahwa dirinya telah menerima surat pengajuan dua nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI, dari partai politik pengusung yakni Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Namun demikian, pria yang merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, mengaku belum bisa memastikan kapan rapat paripurna dewan diselenggarakan, untuk memilih salah satu dari dua cawagub DKI itu melalui mekanisme voting.

“Waktu pelaksaannya, kita masih mendiskusikan dengan seluruh anggota. Sebab penentuan rapat harus melalui Bamus (Badan Musyawarah) DPRD DKI agar sah dilakukan. Rapat Bamus nanti menentukan tanggal berapa paripurnanya,” kata Prasetio di Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Lebih lanjut Prasetio mengatakan, bahwa pemilihan dua nama menjadi satu ini akan melalui proses yang tidak mudah. Sebab semua hasil akan diperoleh melalui pemungutan suara (voting) dalam rapat paripurna DPRD DKI.

“Bisa terpilih, bisa tidak terpilih, tergantung bagaimana teman calon ini menjelaskan siapa dirinya, mengerti sampai sejauh mana Jakarta,” ujarnya.

Selain itu, Prasetio menyatakan syarat terpenting juga ada pada jumlah kehadiran anggota DPRD DKI. Jika kurang dari 2/3 dari total anggota yakni 106 orang maka voting tidak dapat dilakukan.

“Harus 2/3 anggota dewan untuk kuorum, datang orangnya, absennya ada, itu sebagai alat bukti yang sah dalam menentukan siapa wagub. Kalau tidak (kuorum), itu nanti di tatib (tata tertib) diatur diterima atau diundur. Itu masih panjang,” tutur dia.

Sebelumnya proses pengajuan dua nama ini harus melalui proses panjang. Namun kini prosesnya tinggal menunggu Rapat Paripurna. Dua nama kandidat cawagub DKI yang diajukan adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Keduanya merupakan kader PKS.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here