Penyerahan 2 Nama Cawagub DKI ke Anies Tunggu Persetujuan Taufik

Jakarta, PONTAS.ID – Hingga saat ini dua nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta masih belum diserahkan ke Gubernur DKI, Anies Baswedan, pasca tim panelis menyelesaikan proses fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan beberapa waktu yang lalu.

Rencana semula, kedua nama cawagub DKI usulan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang lolos seleksi itu, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu, akan diserahkan ke Anies pada Senin (11/2/2019) kemarin. Namun terpaksa ditunda karena belum disetujui Partai Gerindra.

Terkait hal tersebut, Ketua DPD Partai Gerindra DKI, Mohammad Taufik belum memastikan kapan dua nama cawagub DKI akan diserahkan kepada Anies. Dia menyebut harus ada pertemuan antara Gerindra dan PKS selaku partai politik (parpol) pengusung.

“Belum, saya juga belum bertemu. Belum ketemu orangnya PKS,” kata Taufik saat ditemui oleh wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019) kemarin.

Taufik juga belum memastikan apakah proses penyerahan nama cawagub ini selesai sebelum pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) pada tanggal 17 April 2019 mendatang, atau malah sesudahnya.

Dia pun membantah jika dalam proses ini pihak Partai Gerindra disebut atau dituding sengaja mengulur waktu, sehingga proses pemilihan di DPRD DKI melalui mekanisme voting atau pemungutan suara pun menjadi molor.

“Belum (kapan selesai). Lihat saja nanti (apakah sebelum pemilu). Enggak lama-lama,” ujar Taufik singkat.

Ketika ditanyakan perihal sikap Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI yang mengumumkan lebih awal dua nama cawagub DKI yang lolos seleksi, Taufik pun mengkritik tindakan PKS yang ‘membocorkan’ dua nama tersebut.

“Aturan begitu, dari tim fit and proper test, makanya saya agak marah. Harusnya diserahkan kita, ditetapkan kita, bukan humas DPW PKS DKI,” tegas dia.

Pilih Syaikhu

Sementara itu Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI yang juga merupakan Anggota Tim Panelis Fit and Proper Test Cawagub DKI, Syarif menilai Ahmad Syaikhu lebih cocok menjadi Wakil Gubernur DKI yang baru menggantikan Sandiaga Salahuddin Uno.

Ahmad Syaikhu dinilai berpeluang menjadi wakil gubernur DKI Jakarta karena dinilai memiliki kompetensi menjadi orang nomor dua di ibu kota. Syaikhu dinilai lebih kompeten, karena punya pengalaman dan memiliki kemampuan menjalankan pemerintahan daerah.

Syarif menjelaskan, bahwa Syaikhu pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bekasi, lalu Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, dan pernah menjadi auditor di Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Bagi saya Syaikhu lebih pantas, kalau dibanding Agung ya. Tugas wagub kan bukan ‘ban serep’. Jadi mesti miliki kompetensi dan pengalaman. Agung, berat,” kata Syarif saat dihubungi wartawan, Selasa (12/2/2019).

Namun Syarif tak ingin melanjutkan lebih jauh mengungkapkan penilaiannya terkait kompetensi Agung. Dia hanya mengatakan bahwa keduanya memiliki kemampuan yang berbeda jauh.

“Maaf saya tak bisa membocorkan. Agung berat. Bahkan, Agung jauh,” tukas Syarif.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here