
Sergai, PONTAS.ID – Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Soekirman didampingi Kadis Kominfo Ikhsan dan beberapa kepala OPD lainnya kepada wartawan media cetak, elektronik dan siber, ketika “dicegat” wartawan di halaman belakang kantor Bupati Sergai, memaparkan prestasi yang diraih pemkab Sergai selama tahun 2018.
Menurut Soekirman, pada bulan April 2018,berdasarkan keputusan Mendagri tentang penetapan peringkat dan status kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah secara nasional. Kabupaten Sergai menduduki peringkat ke-3 dari 33 Kabupaten/Kota se Sumatera Utara (Sumut) dengan nilai 3.0462.
“Dan menjadi salah satu dari 135 kabupaten se Indonesia yang berhasil meraih prestasi tersebut dengan atribut bintang,” kata Soekirman, Kamis (31/1/2019).
Hasil ini kata Soekirman merujuk hasil monitoring Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupi (KPK RI) yang diumumkan pada Desember 2018 lalu. Sergai mendapatkan predikat pemerintahan “terbersih” se Sumut dan di tingkat nasional menempati urutan ke-28 dari 542 Pemrov/Pemda se Indonesia.
“Hal ini menjadi bukti kinerja jajaran pemkab Sergai dan hadiah bagi HUT Sergai ke-15,” kata Bupati.
Kemudian, Ombudsman RI pada tanggal 10 Desember 2018 di Jakarta juga memberikan penghargaan “Predikat Kepatuhan 2018” karena Sergai berhasil menjadi salah satu dari 60 daerah Kabupaten/Kota se Indonesia yang berhasil meraih predikat Zona Hijau dengan nilai 89,59 dari Ombudsman RI.
Teranyar, lanjut Bupati Soekirman yakni tanggal 28 Januari 2019 yang lalu di Bandung, Jawa Barat bersama 184 daerah lainnya yang tergabung dalam Wilayah I, menerima hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2018.
“Kita berhasil meraih predikat ‘B’ dengan nilai 61,93. Dan hanya 3 kabupaten/kota se Sumut yang menerima predikat tersebut,” jelasnya.
Disampaikan Soekirman, apa yang dilakukan oleh Instansi atau Lembaga Negara tersebut dalam melakukan penilaian tidak diketahui kapan waktunya. “Kalau kita tau kapan mereka datang, sudah tentu kita layani dan bawa makan. Dan kalau kita ajak makan, dari mana anggarannya? Salah-salah bisa jadi temuan BPK lagi,” kata Bupati sembari tertawa.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak



























