Soal Kotak Suara dari Kardus, Ini Kata KPU

Ketua KPU Arief Budiman Perlihatkan Kotak Suara Pemilu 2019 Pakai Kardus

Jakarta, PONTAS.ID – Komisioner KPU, Viryan Azis mengatakan, pergantian kotak suara berbahan kardus bukan hal baru, hal itu sudah dilakukan pada pemilu 2014.

“Kotak suara berbahan dari karton kedap air dan itu sudah sejak 2014. Pilkada 2015-2017 dan pilkada 2018, sudah gunakan itu,” kata Viryan di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (15/12/2018).

Alasanya, lanjutnya, kotak suara yang terbuat dari almunium usianya sudah cukup lama, sehingga kondisinya saat ini sudah banyak yang rusak.

“Kotak suara berbahan alumunium itu sejak pemilu 2004, tentu usia sudah cukup lama, sebagian sudah rusak dan diganti memang belum semua,” ujarnya.

Viryan juga mengatakan, pergantian kotak suara ini sudah sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Karena selain aspek bahan penggunaan kotak suara tersebut di UU 7 tahun 2017 disebutkan kotak suara transparan,” ucap Viryan.

Meski begitu, Viryan tidak mau menjelaskan secara jauh ketika ditanya masalah gembok yang akan digunakan untuk kotak suara kardus itu. Viryan mengatakan, menunggu hasil rapat pleno terlebih dahulu. “Selesaikan DPT,” tandasnya.

Sebelumnya, nada kritikan datang dari Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Chusni Mubarok menilai wajar jika keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuai kritik dari masyarakat.

Menurutnya, hal ini semakin menambah keraguan masyarakat mengenai kredibilitas Pemilu mendatang.

“Saat ini kan marak ancaman Pemilu 2019 berlangsung tidak fair. Mulai dari tercecernya e-KTP hingga daftar pemilih yang juga masih bermasalah,” ujar Chusni dalam keterangannya, Sabtu (15/12/ 2018).

“Ditambah lagi kondisi fisik kotak suara seperti ini. Inilah yang akan memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Ketua DPP Partai Gerindra itu menjelaskan, seharusnya KPU sangat peka dengan perkara semacam ini. Karena indikasi kecurangan di pilpres mendatang sudah sangat terang. Jika tidak dapat dicegah sejak saat ini, khawatir masyarakat akan semakin kehilangan kepercayaannya kepada penyelenggara Pemilu.

“Bahkan siapapun bisa buka kardus itu tanpa berbekas atau tanpa buka gemboknya. Sepertinya banyak orang juga bisa lakukan itu. Artinya gembok disitu nggak ada artinya,” katanya.

Editor: Luki Herdian

Previous articlePakai Kotak Suara Kardus, BPN: Potensi Kecurangan Semakin Terlihat
Next articleMenhan: Penumpasan KKB Bukan Urusan Polisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here