Kemendag Pastikan Harga dan Pasokan Bapok di Surakarta Terkendali

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), dengan terus bersinergi kepada pemerintah daerah (pemda) dan instansi terkait.

Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Eva Yuliana mengatakan bahwa sinergi tersebut memang sengaja dilakukan untuk memastikan harga dan pasokan terjaga dengan baik.

“Pemerintah akan terus memastikan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan dalam menghadapi HBKN,” kata Eva saat memimpin rapat koordinasi daerah (rakorda) ‘Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019’ di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (6/12/2018).

Rakorda ini dibuka oleh Asisten Pengembangan Ekonomi Sekretaris Daerah Triana serta dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah M. Arif Sambodo, Perwakilan Satgas Pangan Provinsi Jawa Tengah Haril Suntarjo, Kepala Perum Bulog Divre Regional Jawa Tengah M. Sugit Tedjo Mulyono, serta para kepala dinas, perwakilan ritel modern, dan perwakilan asosiasi pedagang di Jawa Tengah.

Eva menuturkan, terdapat empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN ini. Pertama, melalui Penguatan Penerbitan Permendag terkait, yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok (Permendag 20/2017), harga eceran tertinggi (HET) beras (Permendag 57/2017), dan penerapan harga acuan di tingkat konsumen (Permendag 96/2018).

“Kami akan terus memperkuat regulasi perdagangan. Selain itu, kami juga akan memastikan seluruh Permendag ini diimplementasikan dengan baik dan benar oleh pelaku usaha,” ujar Eva.

Kedua, melalui penatalaksanaan dengan melaksanakan rapat koordinasi (rakor) dengan pemda, instansi terkait, dan pelaku usaha, kemudian memfasilitasi BUMN dan pelaku usaha, serta penugasan Bulog.

Langkah Ketiga, melalui pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan Eselon I Kemendag bersama dengan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bapok.

Terakhir, melalui upaya penetrasi pasar yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, Bulog Divre setempat, dan pelaku usaha distribusi barang di daerah pantauan untuk memastikan pasokan ke pasar tersedia dalam jumlah cukup hingga menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

“Pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan dinas yang membidangi perdagangan di daerah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok. Hal ini untuk menjamin masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan khidmat dan tenang,” tutur Eva.

Pada rakorda ini, pemda diminta untuk memantau dan melaporkan perkembangan harga harian di pasar pantauan guna menghadapi potensi kenaikan permintaan bapok.

Pemda juga diharapkan dapat melaporkan perkembangan kelancaran distribusi dan jumlah pasokan bapok. Untuk itu, Eva juga meminta pemda meningkatkan koordinasi antarinstansi di wilayah kerjanya, agar ritel modern mengikuti ketentuan HET/Harga Acuan.

Selain itu, Kemendag meminta kepada distributor dan ritel modern untuk memperhatikan pencantuman jenis beras dan tingkat kepecahan pada kemasan beras yang dijual. Eva juga mengimbau pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan menimbun barang dalam rangka spekulasi.

“Pemerintah pusat dan daerah akan meningkatkan pengawasan secara terpadu bila diperlukan bekerja sama dengan aparat keamanan,” tandasnya.

Pemantauan Harga dan Stok

Pada hari yang sama, Eva juga melakukan peninjauan ke Pasar Nusukan dan Pasar Legi di kota Surakarta. Dari hasil pemantauan pasar tersebut, diketahui harga dan pasokan relatif stabil dan terkendali.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Nusukan per 6 Desember 2018, harga beras medium Rp9.000-Rp10.500/kg, beras premium Rp11.000-Rp12.500/kg, gula pasir Rp10.500/kg, minyak goreng curah Rp9.000/liter, daging sapi Rp110.000/kg, daging ayam ras Rp33.000/kg, telur ayam ras Rp23.000/kg, bawang merah Rp20.000/kg, bawang putih Rp20.000/kg, cabe merah keriting Rp19.0000, cabe merah besar Rp20.000/kg, serta cabe rawit merah Rp21.000/kg.

Selain melakukan pemantauan di pasar rakyat, Eva juga melakukan pemantauan di pasar ritel modern, gudang distributor, dan gudang Bulog Divre Surakarta guna memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok. Berdasarkan hasil pantauan di pasar ritel modern, harga barang kebutuhan pokok pada umumnya dijual sesuai dengan HET/harga acuan.

Sementara itu, untuk pasokan di gudang Bulog Divre Surakarta dipastikan dapat memenuhi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan, dan empat belas bulan ke depan untuk beras. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan dan pasokan bahan pokok di Jawa Tengah khususnya Surakarta terjamin dan aman menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here