Jelang Nataru, Pemerintah Pantau Stok Kebutuhan Pokok di Daerah

Kebutuhan Bahan Pokok (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian  Perdagangan akan terus terjun ke daerah, sampai akhir tahun untuk memastikan bahwa stok kebutuhan pokok aman untuk persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 hingga berlanjut pada tiga bulan setelah pergantian tahun.

“Kami akan terus sampai di daerah hingga akhir tahun, sampai bisa memastikan stok aman hingga tiga bulan setelah pergantian tahun,” tegas Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Eva Yuliana kepada wartawan usai memimpin Rakorda Jateng terkait stabilisasi harga dan stok kebutuhan pokok di Balaikota Solo, Kamis siang (6/12/2018).

Dalam Rakorda yang diikuti oleh para stakeholder dan seluruh kepala Dinas Perdagangan Kota/Kabupaten se-Jateng itu, Kemendag yang diwakili Eva menerima pelaporan tentang kondisi stok pangan dan juga tentang harga. Tidak ada satu pun pelaporan terkait penimbunan kebutuhan pokok, yang mengindikasikan bahwa distribusi dan pasokan selama ini berjalan lancar.

Menurut Eva, memang ada harga yang sedang merangkak, karena faktor cuaca (hujan). “Kebetulan kan hampir di semua daerah di Jateng saat ini sudah  memasuki musim hujan. Untuk cabai, semua sama, pemetikan berkurang, karena mudah busuk. Namun pergeserannya juga tidak banyak. Begitu halnya menyangkut kebutuhan pokok lainnya” imbuh dia.

Karena itu, lanjut Eva, bagaimana hal yang baik itu, pada gilirannya menjadi persepsi yang baik bagi masyarakat bahwa stok memang riil aman, sehingga tidak ada perlu cemas saat berbelanja kebutuhan pokok, dan apalagi berpikir untuk memborong komoditas yang dibeli.

Ia menambahkan, pemerintah pusat akan terus melakukan koordinasi dengan daerah, dengan model rakor stabilitasasi yang ditindaklanjuti dengan penetrasi pasar, sebagai upaya menjamin ketersediaan barang dan juga harga yang terjangkau masyarakat.

“Rakor dengan pola seperti ini sudah memasuki tahun ketiga, dan semua berjalan baik. Yang lemah tahun lalu kita perbaiki tahun ini, misalnya dalam menghadapi musim hujan yang menjadi kelemahan dari tanaman cabai. Kita sudah koordinasikan dengan distributor dan petani yang tahu benar tentang apa yang harus dilakukan. Dan ternyata, tahun ini, kita lihat harga semakin baik,” tandas Eva.

Di sisi lain, Eva meminta media agar bisa membantu membangun persepsi yang baik kepada masyarakat terkait upaya yang sudah dilakukan pemerintah selama ini dalam menata pangan yang lebih stabil.

Usai rakorda stabilisasi stok dan harga kebutuhan pokok, Tim Kemendag yang didampingi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Bulog akan melanjutkan peninjauan ke gudang Bulog, meski sudah mendapatkan kepastian bahwa stok beras di Jawa Tengah aman sampai 14 bulan ke depan.

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here