Menteri RCEP Sepakat Capai Penyelesaian Substansial di Akhir Tahun

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita.

Singapura, PONTAS.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan bahwa 16 menteri dari negara yang berpartisipasi di perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), sepakat untuk memperbaharui mandatnya kepada para perunding.

Mandat tersebut terkait untuk mengatasi sejumlah isu akses pasar dan rules dalam Perundingan RCEP Putaran ke-24 yang akan berlangsung di Auckland, Selandia Baru mulai tanggal 18 sampai dengan 27 Oktober 2018 yang akan datang.

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita yang mempimpin delegasi Indonesia ke pertemuan di Singapore itu mengatakan, kesepakatan itu dicapai setelah melalui diskusi yang intensif dan terbuka dalam format Minister+1 di pertemuan intersesinya yang keenam pada Sabtu (13/10/2018) yang lalu.

Para menteri, ujar Enggar, menegaskan bahwa perundingan RCEP harus mencapai hasil yang substansial pada akhir tahun ini, baik untuk perundingan akses pasar barang, jasa dan investasi maupun aturan-aturan lain untuk memfasilitasi integrasi ekonomi dari 16 negara peserta RCEP ini.

“Untuk itu, para menteri sepakat agar para perunding tidak hanya mengulang posisinya, tetapi juga harus dapat menawarkan solusi yang seimbang untuk kepentingan semua negara peserta,” kata Enggar dalam siaran pers Kemendag, Senin (15/10/2018).

Sejauh ini, dari 21 bab dan lampiran yang dibahas, para perunding telah menyelesaikan empat bab. Selain itu, negara peserta telah pula menawarkan komitmen akses pasar barang, jasa dan investasi namun masih dianggap kurang berarti oleh mayoritas negara peserta.

Berdasarkan analisis yang disampaikan oleh Indonesia selaku Ketua Komite Perundingan RCEP, sebenarnya para perunding dapat menyelesaikan tambahan lima atau enam bab tahun ini serta penawaran akses pasar yang lebih baik akhir tahun ini.

“Namun itu memerlukan perubahan sikap dari semua negara anggota untuk mencari solusi dan tidak hanya mengulang-ulang posisi yang sama untuk kepentingannya sendiri,” imbuh Enggar.

Ditambahkan oleh Enggar bahwa tantangan besar dalam perundingan ini dibanding perundingan mega regional lainnya seperti Trans Pacific Partnership atau TPP adalah bahwa peserta perundingan RCEP terdiri dari negara maju, negara berkembang dan negara kurang berkembang.

Selain itu, beberapa pasangan mitra FTA ASEAN seperti India dan Selandia Baru atau RRT dan India belum pernah memiliki ikatan FTA sebelumnya, sehingga komitmen yang disepakati satu sama lain relatif rendah dan dapat menghambat upaya perluasan dan pendalaman mata-rantai pasokan yang coba dilakukan melalui RCEP ini.

Bila perundingan RCEP ini mencapai penyelesaian, maka ia akan menjadi FTA regional terbesar di dunia karena mencakup lebih dari 48 persen penduduk dunia, 38 persen GDP dunia dan sekitar 42 persen perdagangan dunia.

“Indonesia perlu menjadi bagian dari proses integrasi ekonomi regional RCEP ini, karena negara-negara yang tergabung di dalamnya secara bersama-sama akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi dunia dengan kelas menengahnya yang berkembang pesat dan penguasaan teknologi konsumen yang makin kuat. Bila tidak, Indonesia akan semakin tertinggal dari negara-negara sekitar,” pungkas Enggar.

Sebelumnya, sepuluh menteri dari negara anggota ASEAN dan enam Menteri dari mitra FTA ASEAN yakni Australia, India, Jepang, Korea, RRT dan Selandia Baru melakukan pembahasan mengenai status perundingan RCEP yang diluncurkan pada November 2012 di Kamboja, dan memulai putaran pertamanya pada Maret 2013 di Brunei Darussalam.

Indonesia sebagai penggagas sekaligus koordinator perundingan ini, menekankan pentingnya dicapai kemajuan yang substansial pada akhir tahun ini untuk menjaga kepercayaan publik atas manfaat arus perdagangan dan investasi yang lancar di kawasan berpenduduk 3,4 miliar ini.

“Terutama di tengah kecenderungan terhadap proteksionisme dan meningkatnya ‘perang dagang’ antara dua ekonomi besar, yang dikhawatirkan akan membawa dampak negatif bila terus berkepanjangan,” tegas Enggar.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here