KLHK Targetkan 160 Ribu Hektar Hutan Sosial di Jawa Barat

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Jakarta,PONTAS.ID – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar menargetkan pembangunan hutan sosial di Jawa Barat hingga 160.000 hektare.

Ia mengatakn, Perlu waktu lama hingga 11 tahun untuk membangun lahan yang telah disiapkan tersebut menjadi hutan.

“Untuk bisa menjadi hutan perlu 7 sampai 11 tahun. Membangunnya tidak bisa Perhutani sendiri, perlu ada pendampingan akademik selain juga networking, dalam artian untuk akses-akses informasi kredit dan pasar,” jelas Siti Pada acara Wicara Hutan Sosial di Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, Rabu (28/11/2018)..

Hutan sosial sendiri merupakan program Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) guna melakukan pemerataan ekonomi melalui tiga pilar, yakni lahan, kesempatan usaha, dan sumber daya manusia.

untuk mengelola hutan sosial di daerah masing-masing melalui kelompok masyarakat yang dibentuk, dengan pendampingan oleh kelompok kerja kehutanan sosial.

Dia mengatakan, pola kerja sama antara Perhutani dan masyarakat tidak akan seperti yang telah dilaksanakan sebelumnya, di mana dalam program ini masyarakat akan mendapat bagi hasil yang lebih besar.

“Sekarang dengan kebijakan hutan sosial, 75% sampai 90% untuk rakyat sesuai dengan peraturan, Perhutani hanya boleh dapat 25% saja,” ungkapnya.

KLHK total menargetkan pembangunan hingga 12,7 juta hektare hutan sosial se-Indonesia yang akan dilaksanakan secara bertahap. Tahun depan, ditargetkan hingga 4,2 juta hektare hutan sosial telah terealisasi.

“Perkiraan kita sampe 2019 itu realisasinya antara 3,5 sampai 4,2 juta hektare, nanti di 5 tahun berikutnya, 8 sampai 9 juta hektare bisa terealisasi,” ungkap Siti.

Editor: Idul HM

Previous articleFahri: Destruksi Teknologi Transportasi Online Harus Ada Antisipasi Lanjutan
Next articleTekan Alih Fungsi Lahan, Pemkab Bekasi Ajukan Penetapan Lahan Abadi