Indonesia Jadi Tuan Rumah Pertama Pertemuan NMRAs

Jakarta, PONTAS.ID – Untuk pertama kalinya, otoritas regulasi obat nasional dari negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), akan menggelar pertemuan besar. Dan Indonesia dengan bangga akan bertindak sebagai tuan rumah event tersebut.

Sebagai penyelenggara Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny K. Lukito pun mengaku sudah siap untuk menyambut para delegasi dari negara-negara OKI, yang akan turut berpartisipasi dalam acara itu.

Rencananya, event bertajuk ‘The 1st Meeting of the Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) from the Organization of Islamic Cooperation Member States’ tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 21-22 November 2018 besok, bertempat di Fairmont Hotel Jakarta.

“Beberapa hari menjelang pelaksanaan, BPOM RI telah menerima konfirmasi kehadiran delegasi negara-negara OKI sebanyak 32 negara dari total 57 negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI),” kata Penny K. Lukito kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/11/2018).

Lebih lanjut dia menuturkan, bahwa pertemuan yang mengambil tema ‘Perkuatan Kolaborasi antar Kepala Otoritas Regulatori Obat Negara OKI menuju kemandirian Obat dan Vaksin’ itu, bertujuan menghasilkan kesepakatan terkait strategi perkuatan kolaborasi otoritas regulatori obat negara OKI dalam rangka mempercepat kemandirian obat dan vaksin di negara OKI.

Pertemuan Kepala Otoritas Regulatori Obat itu pun dinilai sangat penting dan strategis sebagai forum berbagi pengetahuan, bertukar informasi, dan membangun jejaring dalam menjalankan fungsi regulatori mewujudkan ketersediaan obat yang aman, berkhasiat, dan bermutu.

Dan Indonesia dinilai telah memiliki peran kepemimpinan yang penting (leading role), dalam mendorong kerjasama yang strategis di bidang obat untuk kepentingan rakyat di negara anggota OKI.

“Sekretaris Jenderal OKI, Dr. Yousef A. Al-Othaimeen, telah merespon positif solidaritas BPOM RI untuk berkolaborasi membantu meningkatkan kapasitas regulasi dan produksi industri farmasi dalam memenuhi kemandirian dan keterjangkauan obat termasuk vaksin di negara anggota OKI,” ujar Penny.

Selain itu, pertemuan ini juga telah didukung penuh oleh negara anggota OKI. Mereka menyambut baik tawaran Indonesia, dalam hal ini BPOM RI, untuk menyelenggarakan pertemuan penting ini.

Tidak hanya Sekretaris Jenderal OKI, Menteri Luar Negeri Republik indonesia pun menyatakan dukungan penuhnya terhadap pertemuan ini. Kementerian Luar Negeri akan memberikan dukungan dan bantuan penuh pada acara pertemuan OKI tersebut, antara lain terkait persidangan, negoisasi, dan lainnya.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi pun katanya juga mendorong pihak BPOM RI untuk terus mendukung program pengembangan kapasitas bagi Palestina di bidang pengawasan obat.

Dalam pertemuan nanti, ungkap Penny, setidaknya akan dilaksanakan enam Working Sessions yang membahas isu-isu terkait penguatan fungsi sistem regulatori obat dan kolaborasi strategis otoritas regulatori obat.

“Untuk mewujudkan ketersediaan dan kemandirian (self-reliance) dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan, termasuk vaksin yang aman, berkhasiat, bermutu, serta terjangkau bagi rakyat di negara anggota OKI,” tutur dia.

Saat ini Indonesia yang diwakili PT Bio Farma, katanya telah menerima status Pre-Qualification WHO (PQ-WHO), yaitu syarat pemenuhan standar mutu, keamanan, dan penggunaan secara internasional untuk produksi vaksin, untuk tidak kurang dari 10 produk-produk vaksin.

Indonesia juga patut berbangga karena memiliki jumlah produk vaksin terbanyak yang telah memperoleh PQ-WHO sejak tahun 1997, dibandingkan dengan Senegal yang hanya memiliki satu produk vaksin mendapat PQ-WHO.

“Produk-produk lain yang sedang dikembangkan oleh Bio Farma, yakni vaksin rotavirus dan vaksin pneumococal. Selain vaksin, Bio Farma juga melakukan riset pengembangan protein rekombinan,” tambah Penny.

Di sela-sela pertemuan nanti pun akan diselenggarakan pameran produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan makanan dari perusahaan dalam negeri dan negara anggota OKI, bilateral meeting antar negara anggota OKI, business forum (workshop), Business to Business Meeting, serta site visit ke industri obat dan vaksin (Bio Farma), serta kosmetik halal makanan di Jakarta dan Bandung.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here