BPOM RI-Pemprov DIY Teken Kesepakatan Peningkatan Pengawasan

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito.

Jakarta, PONTAS.ID – Pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menandatangani nota kesepakatan dalam rangka meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan.

Nota kesepakatan tersebut ditandatangani secara langsung oleh Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X bertempat di di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (2/11/2018).

“Sinergi ini memiliki nilai yang sangat strategis mengingat Yogyakarta merupakan kota perjuangan, pusat pendidikan, pusat kebudayaan dan juga kota tujuan wisata, yang memiliki daya tarik tinggi untuk investasi serta potensi pengembangan ekspor produk obat tradisional dan makanan,” kata Penny.

Selain terkait pengawasan obat dan makanan, melalui kesepakatan tersebut BPOM RI melalui Balai Besar POM di Yogyakarta juga akan berupaya meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Pasalnya, Yogyakarta memiliki jumlah UMKM yang sangat tinggi, khususnya yang bergerak dalam bidang obat tradisional dan pangan olahan. Tercatat setidaknya terdapat 943 UMKM di bidang pengelolaan pangan di Yogyakarta.

“Melalui program ini, UMKM di Yogyakarta memperoleh dukungan dan fasilitas peningkatan di bidang manajemen, peningkatan kompetensi SDM/tenaga kerja, kapasitas produksi, keamanan dan kualitas produk termasuk keamanan dan desain kemasan, penetrasi pasar melalui branding/promosi produk yang dilakukan baik secara langsung maupun melalui regulasi masing-masing K/L terkait,” ujarnya.

Terlebih lagi pada tahun 2015 lalu, bersama dengan Bandung, Solo, Semarang, dan Bali, Yogyakarta telah ditetapkan oleh pihak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebagai lima destinasi wisata kuliner unggulan Indonesia.

Penetapan itu dilakukan berdasarkan enam kelayakan yaitu produk dan daya tarik utama, pengemasan produk dan event, kelayakan pelayanan, kelayakan lingkungan, kelayakan bisnis, serta peranan pemerintah dalam pengembangan destinasi wisata kuliner.

“Yogyakarta juga merupakan salah satu provinsi yang menjadi pilot project Program Terpadu Lintas Kementerian/Lembaga (K/L) Pengembangan UMKM bidang Obat Tradisional, Kosmetik dan Pangan,” tutur Penny.

Karenanya, BPOM RI melalui Balai Besar POM Yogyakarta bersama dengan jajaran Pemda DIY dan Forkompimda, mengaku siap melaksanakan tugas dalam melindungi masyarakat melalui peningkatan efektivitas pengawasan obat dan makanan, serta memfasilitasi peningkatan daya saing UMKM melalui bimbingan teknis dan pendampingan.

“Kerjasama BPOM RI dengan Pemprov DIY yang semakin erat ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat DIY. Mari bersama, kita membangun negeri untuk mengawal dan memastikan kualitas hidup seluruh masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Editor: Risman Septian

Previous articlePemprov Sumut Ajak Seluruh Pihak Perangi Perburuan Burung Rangkong Gading
Next articleResmi! KPK Tahan Wakil Ketua DPR Terkait Suap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here