Mesin Politik Prabowo-Sandi Diramalkan Bakal Mati Total

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ( kanan) berpegangan tangan bersama seusai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8)

Jakarta, PONTAS.ID – Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menprediksi mesin politik Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) pendukung pilpres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno bakal mati total akibat beberapa alasan krusial.

“Mesin politik Prabowo-Sandi akan mati total. Tidak ada partai kecuali Gerindra yang serius memenangkan Prabowo-Sandi,” kata Juli Antoni, Jumat (2/11/2018).

Menurutnya, ada beberapa alasan yang menyebabkan mesin politik Prabowo-Sandi mati total. Alasannya, jika dilihat dari bagaimana Demokrat yang seperti bermain dua kaki dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur itu.

“Demokrat sudah mengizinkan kadernya untuk main dua kaki,” kata Antoni.

Tidak hanya itu, dia juga mengingatkan soal pernyataan Sekjen Partai Amanat Nasiona (PAN) Eddy Soeparno terkait banyaknya caleg yang mengaku tidak akan mengkampanyekan Prabowo-Sandi di dapilnya. Maka Itu menurut Toni, jadi alasan tambahan mengapa mesin politik Prabowo-Sandi bisa mati total.

“Sekjen PAN juga mengakui caleg mereka tidak mau mengkampanyekan Prabowo-Sandi,” tegasnya.

Politisi PSI itu juga sudah berbicara tentang potensi matinya mesin politik. Ini terkait kekecewaan PKS soal kursi Wagub DKI sepeninggal Sandiaga Uno, yang diperkirakan akan kembali jatuh ke kader Gerindra.

Selain itu, PSI juga menilai bahwa ada indikator lain yang dapat membuat mesin politik rival Joko Widodo-Ma’ruf Amin di pilpres 2019 bakal mati total. Alasannya bahwa Prabowo tidak lagi memiliki kepercayaan diri besar menghadapi pilpres yang akan digelar 17 April 2019 nanti.

“Pak Prabowo tidak punya kepercayaan diri lagi tampaknya untuk kampanye ke daerah-daerah,” ujarnya memprediksi.

Untuk diketahui sebelumnya , Partai Keadilan Sejahtera angkat bicara soal potensi matinya mesin partai untuk Prabowo-Sandi, jika PKS tak mendapat posisi Wakil Gubernur DKI.

“Jadi mesinnya partai itu kan kader. Kalau kadernya kecewa, maka dia akan mengekspresikannya berbeda. Kekecewaan itu sudah terasa di bawah. Kalau kader pada kecewa, otomatis mesin partai mati, tuh. PKS kan partai kader,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi itu.

Previous articleGerindra Apresiasi Cucu Pendiri NU Gabung di Tim Prabowo
Next articleDPR Kecewa Menag Buat Draf Sandingan RUU Pesantren