Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik mengaku sudah sejak lama mengusulkan kepada Gubernur DKI, Anies Baswedan untuk segera mengganti Direktur Utama (Dirut) PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), Budi Kaliwono.
Pasalnya, dia menilai sepertinya memang ada yang tidak beres di internal PT TransJakarta sejak lama. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya armada bus mereka yang mengalami kecelakaan, kemudian beberapa waktu lalu pun sejumlah driver mereka melakukan demonstrasi.
“Saya kira kalau soal TansJakarta Pak Anies telat, saya sudah lama minta untuk Dirut itu diganti. Bisa lihat sendiri, tiba-tiba karyawannya demo, banyak kecelakaan, ini kan jelas sekali masalah manajemen,” kata Taufik kepada wartawan di Jakarta, Rabu (31/10/2018).
Menurutnya, prestasi yang ditorehkan Budi tidak menjadi tolak ukur kesuksesan TransJakarta secara menyeluruh. Semua pihak harus dapat melihat dari sisi manajemen internal yang kurang baik dan catatan kecelakaan yang terus bertambah.
“Pengganti-nya ya saya belum melihat track record Agung gitu ya, dari mana, ya TransJakarta itu harus jadi primadona. Saya yakin kalau ini manajemen TransJakarta dibereskan, itu bisa kalah loh sama MRT yang satu jalur ya,” ujarnya.
Dirut TransJakarta sekarang dipercayakan kepada Agung Wicaksono. Menurut politikus dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini, walaupun belum kenal dengan figur Agung dia berharap agar Agung dapat membawa TransJakarta lebih baik dari MRT.
“Harus lebih unggul. Ya saya berharap Transjakarta bisa meladeni publik dengan baik. Perbaiki soal manajemen karena dia kan terdiri dari berbagai operator nah komunikasi dengan operator ini mesti bagus,” tutur dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI, Yurianto mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memang tengah melakukan penyegaran di dua BUMD bidang transportasi, yakni PT TransJakarta dan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.
“Lalu peremajaan dan penyegaran Direksi pada PT MRT Jakarta guna melengkapi pengurus yang sudah ada agar dapat segera menyiapkan diri dalam rangka mengoperasionalkan MRT Jakarta tepat pada waktunya,” ucap Yurianto dalam keterangannya, Senin (29/10/2018).
Yurianto menjelaskan penggantian direksi PT TransJakarta dan PT MRT Jakarta diputuskan melalui RUPS Luar Biasa Sirkuler (keputusan di luar RUPS Fisik). Dalam RUPS LB kali ini, untuk PT TransJakarta dilakukan pemberhentian, penggantian dan pengisian pengurus perseroan.
Adapun pejabat yang diberhentikan yaitu Andri Yansyah dari jabatannya sebagai Komisaris. Budi Kaliwono dari jabatannya sebagai Dirut. Sedangkan, penggantinya adalah Danang Parikesit sebagai Komisaris, Agung Wicaksono sebagai Direktur Utama, Welfizon Yuza sebagai Direktur Keuangan dan Achmad Izzul Waro sebagai Direktur Pelayanan dan Pengembangan.
Sementara itu, untuk PT MRT Jakarta terdapat pergantian Direktur Operasi dan Pemeliharaan dan pengisian Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis serta pengisian 1 (satu) pejabat komisaris yang kosong.
Adapun pejabat yang diberhentikan Agung Wicaksono dari jabatannya sebagai Direktur Direktur Operasional dan Pemeliharaan. Serta, diangkatnya Mukhtasor sebagai Komisaris, Muhammad Effendi sebagai Direktur Operasional dan Pemeliharaan, Ghamal Peris sebagai Direktur Pengambangan dan Dukungan Bisnis.
“Pengangkatan Muhammad Effendi sebagai Direktur Operasional dan Pemeliharaan didasarkan atas pertimbangan bahwa yang bersangkutan sebelumnya menduduki jabatan sebagai Kepala Divisi Konstruksi di PT MRT Jakarta,” terangnya.
Selain itu, Yuri menyatakan yang bersangkutan juga memiliki pengalaman panjang dalam mengelola operasi perusahaan dengan aspek keamanan yang tinggi. Muhammad Effendi juga berpengalaman 11 Tahun bekerja di Rasgas Qatar.
Sedangkan, pengangkatan Ghamal Peris sebagai Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis didasarkan pada pertimbangan untuk mengembangkan PT MRT Jakarta ke depan. Sebelumnya, yang bersangkutan memiliki pengalaman sebagai Senior Advisor di PT MRT Jakarta dan berpengalaman sebagai Country Director Sodexo di Perancis, Taipei, dan Singapura.
“Saya berharap kepengurusan PT Transjakarta dan PT MRT Jakarta yang baru lebih kompak, solid, dan profesional, sehingga dapat menampilkan performa yang lebih baik. Selain itu, PT Transjakarta dan PT MRT Jakarta diharapkan dapat berkontribusi lebih besar bagi perekonomian DKI Jakarta,” pungkas dia.
Editor: Risman Septian




























