Gratiskan Tol Suramadu, Begini Hitung-hitungan Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan pembebasan tarif Jalan Tol Jembatan Suramadu di tengah jembatan tersebut, Sabtu, (27/10/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Tingkat kemiskinan di Madura yang masih berkisar 16-23 persen sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Jawa Timur. Jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Jawa Timur, seperti Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, angka kemiskinannya berada di kisaran 4-6,7 persen.

Di sisi lain, pembangunan jembatan tol Surabaya-Madura (Suramadu) yang dioperasikan sejak 2009 silam, tidak mampu mengangkat perekonomian di wilayah Madura.

“Kami putuskan Jembatan Suramadu menjadi jembatan non tol per Sabtu hari ini dan seterusnya,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan pembebasan tarif Jalan Tol Jembatan Suramadu, Sabtu (27/10/2018).

Presiden juga mengungkapkan, sejak tahun 2015 dan 2016, pemerintah banyak mendapat masukan dari berbagai elemen masyarakat, pemerintah telah melakukan penyesuaian tarif, namun tak kunjung memberikan dampak positif bagi perekonomian Madura.

“Kami harapkan dengan menjadi jembatan non tol, pertumbuhan ekonomi Madura semakin baik. Sekali lagi, ini adalah keputusan sebagai bentuk rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, utamanya bagi Madura,” ungkapnya.

Nafas Lega Jasa Marga 
Ditemui di tempat yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga, Desi Arryani mengatakan pembebasan tarif Jembatan Suramadu tidak mengganggu kinerja pihaknya. Pasalnya, pendapatan dari transaksi jembatan Suramadu disetor langsung ke kas negara, bukan ke Jasa Marga, karena dibangun dengan dana APBN.

“Kami hanya mengoperasikan, menarik transaksi, menjaga lalu lintas, dan memelihara tolnya. Dengan ini sudah diresmikan, tugas kami sudah selesai. Tidak masalah, lega juga telah menyelesaikan tugas,” kata Desi, melalui keterangan resminya kepada PONTAS.id, Sabtu (27/10/2018).

Sebagaimana diketahui, Jembatan Suramadu dioperasikan oleh PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol. Dengan berubah statusnya menjadi jalan umum non tol, masyarakat tidak lagi dikenakan tarif tol untuk melewati jembatan sepanjang 5,4 km tersebut.

Jalan Tol Jembatan Suramadu diresmikan pemakaiannya sejak 10 Juni 2009. Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya Timur Kamal), Indonesia.

Dengan panjang 5,4 Km, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian, yaitu jalan layang (causeway) jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

Data Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol mencatat, rata-rata lalu lintas harian di Tol Jembatan Suramadu sebesar 19 ribu kendaraan per hari yang 86% didominasi oleh kendaraan golongan I.

Peresmian pembebasan tarif Jalan Tol Jembatan Suramadu ini juga turut dihadiri oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna, dan Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani.

Editor: Hendrik JS

Previous articleAnies dan DPRD Diminta Percepat Pemilihan Wagub DKI
Next articleKisah di Balik Sumpah Pemuda, 90 Tahun Kobarkan Persatuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here