Pemkab Belum Bertindak, ‘Benteng Putri Hijau’ Bakal Rata dengan Tanah

Beberapa model tembikar milik cagar budaya Benteng Putri Hijau di Desa Deli Tua Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang

Medan, PONTAS.ID – Warga Sumatera Utara harus rela kehilangan Situs Benteng Putri Hijau akibat perusakan berulang kali di sekitar kawasan tersebut. Padahal, situs ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya berdasarkan Surat Keputusan Bupati Deliserdang No. 1863 Tahun 2004.

Tak pelak penghancuran ini membuat prihatin sejarawan asal Sumatera Utara, Ikhwan Azhari, “Sisi kiri Situs Putri Hijau itu tepatnya masuk pintu benteng habis dibabat. Sisi kanannya sudah duluan dilantak pengembang tahun lalu. Pembuldozeran itu dilakukan tepat di tepi Sungai Deli, di sisi luar Timur Benteng Putri Hijau,” kata Ikhwan kepada PONTAS.id, Kamis (18/10/2018).

Pembuldozeran ini, lanjutnya, merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-undang No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan kepala daerah serta para pejabat terkait terbukti lalai mengawasi cagar budaya yang sudah ditetapkannya.

“Sejak SK Cagar Budaya ditetapkan Bupati Deliserdang, sudah puluhan hektare areal situs itu itu dimusnahkan tanpa pelarangan dan tuntutan dari kepala daerah,” sebutnya.

Ikhwan pun menyesalkan Pemkab Deli Serdang yang tidak memasang plang di sudut-sudut cagar budaya itu sebagai informasi serta konsekuensi hukum yang harus dihadapi jika melakukan perusakan.

“Mereka yang membangun rumah dan membuldozer benteng ini benar benar tidak bermartabat secara budaya, dan benar benar nekat menantang. Justru di depan halaman galeri Gubsu yang sedang memperjuangkan Sumut Bermartabat,” kata Ikhwan.

Penulis: Ayub Badrin
Editor: Hendrik JS

Previous articleBNI Syariah Hadirkan Layanan e-Collection di Kampus UNISSULA
Next articleJaksel dan Jaktim Diprediksi Diguyur Hujan Sore Hari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here