PDIP: Soal Becak, Anies Harus Belajar dari Tri Rismaharini

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono berpendapat bahwa Gubernur DKI, Anies Baswedan sebaiknya belajar dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini terkait penataan moda transportasi becak.

Menurut Gembong, Anies tidak bisa asal dalam mengambil keputusan, termasuk berencana merevisi Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum untuk melegalkan becak di Jakarta. Tapi harus melihat secara bijak sebagai kebijakan yang menyeluruh.

“Pak Anies harus belajar dari Tri Rismaharini. Bu Risma menawarkan pengayuh becak untuk beralih profesi yang layak di Surabaya. Sebab, saat ini pengayuh becak hanya memperoleh pendapatan 600 ribu rupiah per bulan,” kata Gembong di Jakarta Pusat, Senin (15/10/2018).

Gembong ingin agar Anies memanusiakan para pengayuh becak yang notabene sudah lanjut usia. Sebab, Risma pun menerapkan pergantian profesi yang manusiawi seperti layaknya pekerjaan masyarakat pada umumnya.

“Pekerjaan yang ditawarkan mulai, penyapu sekolah hingga satpam. Sehingga mereka bisa memperoleh pendapatan yang sesuai upah minimum kota (UMK) Rp 3,2 juta,” tambah Gembong.

Selain itu, Gembong mengaku mengapresiasi langkah yang diambil Pemkot Surabaya dalam melakukan penertiban di beberapa kawasan yang biasa dipakai untuk mangkal pengayuh becak. Hal itu untuk dilakukan pendataan becak di Surabaya.

“Kami menghimbau serta menyarakan Gubernur Anies Baswedan jika hendak membangun citra kerakayatannya dan ingin peduli terhadap masyarakat tempuhlah dengan upaya-upaya dan cara sehingga tidak hanya bertindak dalam ruang awang-awang produktif,”¬†tegasnya.

Untuk diketahui, Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih terus melakukan pendataan jumlah becak yang ada di ibu kota. Dalam pendataan awal jumlahnya mencapai 1.200 hingga 1.400 unit. Dishub memastikan dengan adanya revisi perda yang mengatur tentang becak ini, pihaknya tetap akan menutup bertambahnya jumlah becak dari luar Jakarta.

Editor: Risman Septian

Previous articleOptimalkan Lahan Rawa, Mentan Jajal Hubungan dengan Taiwan
Next articleOK OTrip Jadi Jak Lingko, Anggota DPRD Malu Terlanjur Sosialisasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here