Sohibul Iman: Caleg PKS Punya Daya Magnet Luar Biasa

Depok, PONTAS.ID – Para calon legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan bertarung dalam bursa Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 yang akan datang bersama caleg-caleg dari partai politik (parpol) yang lainnya, disebut memiliki daya magnet yang luar biasa.

Demikian disampaikan oleh Presiden PKS, Sohibul Iman dalam acara Konsolidasi Nasional PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat (Jabar), Minggu (14/10/2018). Oleh karena itu, dia lantas berharap agar para kadernya dapat menjaga hal tersebut.

“Ternyata calon-calon PKS dari Pemilu ke Pemilu memiliki daya magnet luar biasa. Karena itu saya minta jaga performa semuanya. Sehingga bisa menjadi daya tarik bagi pemilih-pemilih yang mungkin alergi dengan partainya, tetapi suka dengan calegnya,” kata Sohibul.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa selama pelaksanaan Pemilu dari tahun 2004, 2009 dan 2014, PKS selalu mendapat hasil survei di bawah tiga persen. Tapi ternyata, PKS berhasil meraih suara rata-rata 7 persen atau 6,7 sampai dengan 8,5 persen.

Bahkan di Pemilu 2009, tambah Sohibul, PKS pernah secara kursi di parlemen itu mencapai 10 persen. Dia menilai fenomena tersebut selalu dilakukan oleh beberapa lembaga survei, karena hanya menanyakan pilihan terhadap parpolnya saja, dan bukan pada calonnya.

“Sementara begitu Pemilu, pemilih dihadapkan pada parpol sekaligus nama caleg. Maka mereka yang mungkin enggak suka PKS, tetapi ada kerabat saudara temannya di situ, makanya memilih nama itu. Makanya hasil survei hanya mencerminkan pilihan pada partai,” ujarnya.

Sohibul menuturkan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS sudah menganalisa di setiap Pemilu ternyata yang mencoblos gambar PKS itu rata-rata 1/3 saja dari perolehan partai di dapil.

“Jadi kalau dapil A PKS dapat 120 ribu, yang nyoblos hanya 40 ribu orang. Yang nyoblos calon yang jumlahnya 10, dijumlahkan itu 80 ribu orang. Perolehan survei hanya mencerminkan 1/3 dari bayangan hasil pemilu sesungguhnya,” tutur dia.

Namun, saat ini sudah ada beberapa lembaga survei yang memberikan enam persen terhadap PKS pada Pemilu 2019 mendatang. Sementara hasil-hasil survei dari lembaga-lembaga survei mainstream tidak ada satupun yang memberi angka di bawah 3 persen pada PKS hari ini.

“Semua di atas 3 persen dominan di atas 4 persen. Bahkan ada lembaga yang sudah berikan 6 persen pada PKS, di antaranya Indo barometer di 2013 menjelang 2014. Hah kasih angka pd kita 2,2 persen, hari ini indobarometer sudah berikan angka 6 persen,” jelasnya.

Dengan adanya hal itu, Sohibul ingin agar para kadernya itu tak mudah terprovokasi dengan hasil lembaga survei. Karena pada pemilu saat ini hanya ada satu lembaga survei yang memberi PKS hanya 3,2 persen saja.

“Ini fakta empirik yang harus kita baca. Jangan terprovokasi mereka yang bandingkan hasil pemilu 2014 dengan hari ini, enggak apple to apple. Hasil survei hari ini hanya valid dibandingkan dengan hasil survei menjelang 2014,” tukas dia.

Editor: Risman Septian

Previous articleMainkan 6 Karya, Bengkel Mime Teater Yogyakarta Tampil Memukau
Next articleGenjot Ekonomi Syariah, Sri Mulyani Lakukan Hal Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here