Ditjen PAS Cetak 1006 Narapidana Jadi Ahli Konstruksi

Batam, PONTAS.ID – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Sri puguh Budi Utami kembali meresmikan 1006 Narapidana dari 12 lembaga pemasyarakatan (lapas), sebagai peserta pelatihan konstruksi, bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi.

12 lapas yang terlibat dalam peresmian tersebut, yakni Lapas Batam, Lapas Bandar Lampung, Lapas Semarang, Lapas Malang, Lapas Jambi, Lapas Pekanbaru, Lapas Pontianak, Lapas Manado, Lapas Ternate, Lapas Perempuan Denpasar, Lapas Fak-Fak, dan Rutan Tangerang.

“Pelatihan ini merupakan lanjutan nota kesepahaman tentang penyelenggaraan peningkatan kapasitas bagi petugas dan warga binaan pemasyarakatan di bidang jasa konstruksi, yang telah ditandatangani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Menteri Hukum dan HAM, pada tanggal 27 Juli 2018,” kata Utami dalam siaran pers Ditjen PAS, Selasa (9/10/2018).

Dia lantas mengungkapkan, bahwa hingga saat ini jumlah narapidana yang telah mengikuti pelatihan jasa konstruksi dan mendapatkan sertifikat keterampilan kerja sebanyak 1.041 orang. Ditjen PAS bersama Ditjen Bina Konstruksi akan mengembangkan kegiatan pelatihan tersebut, dan terus merambah lapas-lapas lain di seluruh Indonesia.

“Semoga segera terwujud kegiatan pelatihah serupa di lapas/rutan lainnya di seluruh Indonesia, sehingga Indonesia memiliki tenaga terampil, terlatih dan profesional serta perwujudan nawacita Presiden Jokowi, dalam rangka peningkatan kualitas hidup manusia Indoensia melalui program Indonesia bekerja, peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional dan revolusi karakter bangsa,” ujar Utami.

Lebih lanjut, dia pun mengingatkan kepada para warga binaan lapas yang telah mengikuti pelatihan konstruksi, agar dapat menggunakan keahlian baru mereka tersebut untuk memberi manfaat kepada masyarakat luas.

“Yang paling utama adalah pelatihan ini merupakan bekal nyata bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat, menjadi manusia mandiri yang bukan menjadi beban masyarakat, tetapi penyokong penting pembangunan ekonomi, baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat banyak,” pungkas Utami.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here