Madrid, PONTAS.ID – Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita mengajak para produsen minyak kelapa sawit untuk bekerja sama melawan kampanye negatif di berbagai negara khususnya di Uni Eropa.
Hal ini disampaikan Mendag saat menjadi pembicara pada pertemuan Konferensi Minyak Kelapa Sawit Eropa (EPOAC) di Madrid, Spanyol.
Konferensi yang diinisiasi oleh European Palm Oil Aliance (EPOA) ini mengambil tema ‘How Sustainable Palm Oil Contributes to the UN Sustainable Development Goals’.
Pada kesempatan itu Enggar mengatakan bahwa produsen minyak kelapa sawit harus bersatu dan bekerja bersama dalam melawan kampanye negatif. Sebab, banyak persepsi keliru tentang sawit yang jika dibiarkan maka sentimen negatif tersebut akan dianggap sebagai kebenaran.
Oleh karena itu perlu digencarkan kampanye positif mengenai produk sawit, agar pemberitaan menjadi lebih berimbang dan masyarakat internasional lebih paham peran sawit bagi pembangunan berkelanjutan,” kata Enggar dalam siaran pers Kemendag, Senin (8/10/2018).
Dia juga menginformasikan perkembangan terkini mengenai kebijakan Moratorium Sawit yang ditandatangani Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) melalui Inpres No.8 tanggal 13 September 2018 yang mengatur Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit.
Enggar menyampaikan, minyak kelapa sawit bukan komoditas biasa bagi Indonesia. Komoditas ini memainkan peranan penting dalam perekonomian dan menyediakan lapangan kerja untuk mengatasi kemiskinan. Selain itu, industri komoditas ini berfungsi sebagai sumber penghasilan bagi 5,3 juta pekerja, dan memberikan penghidupan bagi 21 juta orang di Indonesia.
“Sejak pertengahan tahun 2000-an, ekspor minyak kelapa sawit telah menjadi sumber pendapatan penting bagi pemerintah untuk mendorong pembangunan ekonomi di Indonesia. Namun, seiring meningkatnya ekspor komoditas ini, meningkat pula kampanye negatif tentang minyak kelapa sawit, terutama di negara-negara maju,” ujarnya.
Selain Enggar, pembicara pada konferasi ini antara lain Menteri Industri Utama Malaysia, Teresa Koh Sum Sim; Mantan Presiden Kolombia, Alvaro Uribe Velez; dan Plant Production and Protection Officer of The FAO Regional Office for Europe and Central Asia, Viliami Fakava.
Editor: Risman Septian




























