Demokrat Heran ‘The New Prabowo’ Dirilis Hasil Survei

Prabowo Subianto

Jakarta, PONTAS.ID – Partai Demokrat mengaku bingung dengan hasil survei LSI Denny JA menyatakan ‘The New Prabowo’ belum populer di masyarakat.

Demokrat yang menjadi salah satu parpol pengusung pun lantas mempertanyakan kenapa istilah seperti itu diukur di survei.

“‘The New Prabowo’ itu kan hanya sekedar istilah ya, ngapain juga sampai harus di survei-survei segala bahkan diukur tingkat popularitasnya,” kata Ketua DPP PD Jansen Sintindaon, Jumat (28/9/2018).

Menurut Jansen, ‘The New Prabowo’ hanya merupakan istilah yang sempat dilemparkan cawapres Sandiaga Uno. Tanpa istilah itu pun, sebut Jansen, Prabowo saat ini memang sudah terlihat lebih ‘baru’.

“Terkait istilah ‘The New Prabowo’ ini sendiri, bagi kami Partai Demokrat, sudah sejak lama kami melihat Prabowo ini sebagai sosok yang baru ya. Bahkan jauh sebelum istilah itu lahir beberapa waktu belakangan ini,” ujarnya.

Ia mencontohkan komitmen Prabowo soal berdemokrasi. Jansen mengatakan Prabowo berhasil membesarkan Gerindra, persis seperti sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berhasil membesarkan Demokrat.

“Harus kita akui, suka atau tidak, 15 tahun terakhir ini Pak Prabowo telah setia memilih jalan demokrasi untuk berkuasa. Beliau mendirikan partai politik dan berhasil membesarkannya, ingat tidak semua jenderal lain mampu melakukan ini selain Pak SBY,” sebut Jansen.

Kemudian Jansen mengungkit rekam jejak Prabowo yang sudah kali ketiga ikut kontestasi pilpres. Menurut dia, hal ini menjadi bukti bahwa eks Danjen Kopassus itu merupakan pecinta demokrasi. Karena itu, ia yakin Prabowo akan terpilih jadi presiden di 2019.

“Ikut berkontestasi dalam pilpres, dan setiap kekalahan di pilpres beliau terima dengan lapang dada, untuk kemudian mencoba kembali. Inilah bukti yang telah ditunjukkan Prabowo ke seluruh kita rakyat Indonesia ini kalau beliau pecinta demokrasi sejati,” papar Jansen.

“Dengan semangat perubahan dan perbaikan negara, ekonomi, politik, dan kehidupan lainnya yang beliau tawarkan sebagai solusi terhadap berbagai persoalan bangsa kita hari ini, kami yakin masyarakat Indonesia akan memilih beliau,” imbuh dia.

Tak Heran

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin, Arsul Sani menilai munculnya ‘The New Prabowo’ dalam hasil survei LSI Denny JA bukan sesuatu yang mengherankan. Pasalnya, masyarakat saat ini dianggap semakin rasional.

“Masyarakat kita selaku pemilih makin hari makin rasional dalam melihat sosok calon, apakah itu Capres atau Caleg,” ujar Arsul.

Arsul yang juga sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan, perubahan image sosok tidak akan berhasil jika dilakukan secara instan. “Karena itu, hasil survei tersebut bukan sesuatu mengherankan,” ujar anggota komisi III DPR ini.

Diketahui, dalam survei LSI Denny JA itu, sebanyak 77,8% masyarakat tidak mengetahui istilah The New Prabowo. Kemudian, dari 1.200 responden yang disurvei itu hanya sebesar 13,0% yang mengetahui dan yang tidak menjawab 9,2%.

Sehingga, LSI Denny JA menyimpulkan isu The New Prabowo masih belum berpengaruh bagi masyarakat. Adapun survei itu dilakukan LSI Denny JA pada 14-22 September 2018 dengan margin of error 2,9%.

Previous articleSelain Aktif Tarik Investasi, Kemenperin Pacu Ekspor ke AS Lewat Hilirisasi
Next articleKeindahan Alam Labuan Bajo Sambut Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here