Resmikan GWK, Menpar Berharap Tiket Masuk Diturunkan

Bali, PONTAS.ID – Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Bukit Ungasan, Badung, Bali, Sabtu (22/9/ 2018) kemarin. Dalam acara peresmian yang mengangkat tema ‘Merajut Indonesia Esa’ dihadiri pula oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Patung setinggi 121 meter dengan waktu pengerjaan 28 tahun tersebut akan menjadi icon pariwisata baru di Bali. Arief lantas memberikan apresiasinya terhadap pihak-pihak yang telah berhasil mengerjakan proyek pembangunan patung GWK semenjak beberapa tahun yang lalu.

“Apresiasi tinggi saya berikan kepada pak Nyoman Nuarta dan juga PT Alam Sutera yang konsisten menggarap GWK hingga tuntas. Tentunya juga kepada Pak Joop Ave sebagai pencetus,” kata Arief dalam siaran pers Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Minggu (23/9/2018).

Dengan diresmikannya patung GWK, Arief lantas mengharapkan akan mengundang 4 juta wisman untuk berkunjung ke patung tertinggi ketiga di dunia ini. Dia juga mengharapkan agar tiket biaya masuk ke GWK diturunkan, supaya jumlah wisatawan yang datang semakin banyak.

“Entry fee yang lebih rendah jauh lebih baik. Orang itu lebih besar spendingnya daripada entry fee-nya,” ujarnya.

Menurut Arief, hal tersebut sudah dibuktikannya saat menerapkan regulasi terkait bebas visa kunjungan ke Indonesia. Walaupun pendapatan negara dari sisi penerimaan visa berkurang, tapi spending wisman jadi makin besar. Hal ini bisa dilihat dari melesatnya pariwisata sebagai sektor penyumbang devisa nomor dua di Indonesia.

Untuk diketahui, pembangunan GWK bermula dari gagasan Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Joop Ave, dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka, serta Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana sekitar tahun 1989.

Awal tahun 1990, rencana itu dipresentasikan ke Presiden Soeharto dan disetujui. Peletakan batu pertama pembangunan Cultural Park GWK di Bukit Ungasan Jimbaran ini dilakukan tahun 1997. Pembuatan keping-keping GWK melibatkan sekitar 120 seniman yang turut mengerjakan pemasangannya di Bali.

Selain Presiden Jokowi dan Arief, sejumlah pihak yang ikut hadir dalam acara peresmian GWK tersebur yakni Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri; Wakil Presiden RI ke-6, Try Sutrisno; Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Keuangan, Sri Mulyani; serta Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil.

Editor: Risman Septian

Previous articleSandiaga Uno Serahkan Dana Kampanye Pilpres Tahap Awal
Next articlePSSI Anniversary Cup 2018, Indonesia Ditahan Thailand 2-2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here