
Jakarta, PONTAS.ID – Ahli Ekonomi, Kwik Kian Gie mengaku dirinya masih kader Partai PDIP. Namun dalam menghadapi Pemilu 2019, dirinya tidak mendukung salah satu dari dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, baik pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandi.
Kwik Kian Gie juga menegaskan dirinya hanya penasehat secara pribadi Prabowo-Sandi dan bukan Ketua Dewan Pakar dari pasangan nomor urut dua tersebut.
“Saya tidak mendukung sana tidak mendukung sini. Saya mendukung pikiran-pikiran saya sendiri. Karena pikiran saya ini general sekali,” kata Kwik Kian Gie di media center Tim Kampanye Nasional, Jokowi-Ma’ruf Amin, Jl. Cemara No. 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).
Kepada wartawan, Kwik pun mengungkapkan kedekatan dirinya dengan Prabowo belakangan ini berawal dari buku ‘Platform Presiden’ yang ditulisnya sekitar tahun 2004 silam. Buku ini selalu dibagikan kepada setiap Calon Presiden sejak diterbitkan pertama kali.
Buku tersebut berisi pemikiran-pemikiran Kwik yang diyakini menjadi pegangan seorang presiden di bidang ekonomi. Namun, sejak Megawati Soekarnoputri maju sebagai calon Presiden hingga Jokowi yang maju pada tahun 2014 silam, buku tersebut tidak mendapat tanggapan yang serius.
Dan Prabowo Subianto pun, kata Kwik, mendadak memanggil dirinya dan mengajak berdiskusi merujuk buku tersebut, hingga akhirnya berlanjut dalam diskusi yang lebih mendalam.
“Lalu pak Prabowo bilang secara praktis saya sudah menjadi penasehat beliau. Ya iya saling menasehati. Jadi sebetulnya itu yang terjadi. Dan pak Prabowo juga tahu saya tidak bisa meninggalkan PDIP. Adapun yang didiskusikan selama ini merupakan kesulitan mendasar yang dialami pemerintah,” imbuhnya.
Menurut Kwik, hal-hal yang dijelaskan dirinya saat berdiskusi dengan Prabowo, juga merupakan hal dijelaskan dirinya di kubu Jokowi, “Waspadalah! kita masih rentan dijajah bangsa sendiri, melalui pemberian ijin eksploitasi di negeri kita sendiri,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Partai Nasdem, Johnny G. Plate mengakui pemikiran Kwik Kian Gie masih sangat diperlukan untuk mencapai kemajuan Indonesia.
“Pemikiran-pemikiran pak Kwik Kian Gie sangat dibutuhkan dalam untuk membangun Indonesia. Saran-sarannya bagus untuk membangun bangsa baik untuk koalisi Jokowi maupun koalisi pak Prabowo,” kata dia.
Penulis: Stevanny Andriani
Editor: Pahala Simanjuntak



























