Imunisasi MR di Bawah Target, Pemko Medan Gandeng Kepsek

Medan, PONTAS.ID – Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin menegaskan komitmennya mengeliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit kecacatan yang disebabkan oleh infeksi Rubella saat kehamilan (Congenital Rubella Syndrome) hingga pada tahun 2020 mendatang.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan melaksanakan   kampanye dan introduksi imunisasi campak Measles Rubella (MR).

Penegasan itu disampaikan Wali Kota ketika menghadiri pertemuan Evaluasi Kampanyanye Imunisasi MR di Four Points Hotel Jalan Gatot Subroto Medan, Senin (10/9/2018).

“Evaluasi dilakukan dalam rangka untuk mengejar ketinggalan capaian Kampanye Imunisasi MR sehingga bisa mencapai target 95 persen,” kata Wali Kota.

Dzulmi Eldin mengaku imunisasi yang dilakukan masih jauh dari target yang hanya mencapai 38,1 persen. Seharusnya pencapaian hingga Agustus 2018 minimal sudah 75 persen dari total sasaran 585.641 anak.

“Belum tercapainya target ini menjadi tanggung jawab kita bersama sehingga target 95 persen terpenuhi. Oleh karenanya diharapkan peran serta aktif semua lintas sektoral, program dan stakeholders agar bahu membahu mensukseskan program nasional ini,” kata dia.                                                                                   Wali Kota mencontohkan, tiga anak balita korban virus MR dihadirkan dalam pertemuan tersebut. “Sangat miris, ketiga anak ini mengalami kecacatan yang cukup parah, selain tidak bisa melihat, ada juga yang mengalami pengecilan otak dan jantung bocor,” terang Wali Kota.

Peran Aktif Kepsek
Untuk itu dia mengingatkan kerjasama dan peran aktif dari Dinas Pendidikan Kota Medan agar mengajak seluruh kepala sekolah di bawah lingkungan Pemko Medan dengan mengimbau kepala sekolah agar siswanya mendapatkan imunisasi MR.

Begitu juga dengan pihak rumah sakit maupun puskesmas, Dinas Sosial, TP PKK Kota Medan, camat, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat organisasi profesi terkait serta merdia cetak dan elektronik agar ikut mensukseskan pelaksanaan imunisasi MR tersebut.

Selain itu, Dzulmi Eldin juga meminta pihak Kementerian Agama Kota Medan, agar kepada pasangan yang hendak menikah agar lebih dahulu harus mendapatkan imunsasi MR.  Sebab, dari ketiga balita yang menjadi korban virus MR umumnya terjangkit pada saat sang ibu sedang hamil melalui udara.

“Ibu itu tertular virus MR setelah ada keluarga maupun tetangganya yang terkena penyakit campak. Penularan itu terjadi melalui udara,” jelasnya.

Berakibat Fatal
Sebelumnya panitia pertemuan menghadirkan tiga ibu bersama anaknya yang terkena virus MR. Dengan terisak-isak, ketiganya menceritakan bagaimana sampai terserang virus MR sehingga anak mereka mengalami kecacatan, salah satunya adalah Asmarani. Ibu rumah tangga tersebut menceritakan, anaknya terserang virus MR saat kandungannya berusia 7 bulan.

Asmarani memaparkan, virus berbahaya itu tertular dari kakeknya yang saat itu sedang terjangkit penyakit campak.

“Akibat penularan itu anak saya, Kaisara Queen yang kini berusia mengalami katarak, jantungnya bocor 2 mili dan telinganya tuli serta otaknya tidak berkembang (mikrosefali) yang menyebabkan tumbuhkembangnya lambat,” papar Asmarani.

Akibat mikrosefali itu, Asmarani menjelaskan, tumbuh kembang putri tercintanya itu menjadi lambat. Di saat usia putrinya yang akrab disapa Sara menginjak 1,5 tahun, baru bisa telungkup dan angkat kepala.

“Itu pun harus dibantu dengan pengobatan terapi alternatif selama 9 bulan,” paparnya sedih.

Oleh karenanya dia berharap agar para orang tua untuk mau mengimunisasi anaknya sehingga tidak terkena virus MR. Dengan demikian dapat meminimalisir ibu hamil terpapar penyakit MR.

“Jadi cukuplah saya dan anak saya menjadi korban. Saya berharap tidak ada lagi anak[-anak yang terkena virus MR seperti yang dialami anak saya,” pesannya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Medan Usma Polita menjelaskan, imunisasi MR akan dilanjutkan kembali 1 sampai 29 September ini.

Bagi anak-anak di luar usia sekolah, imunisasi MR dilakukan di posyandu, polindes, poskesdes, puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit serta pelayanan kesehatan lainnya.

“Tanggal 17 sampai 28 September, kita (Dinkes Medan) akan melaksanakan sweeping mengejar ketertinggalan capaian kampanye MR sehingga mencapai target 95 peraen. Adapun tujuan kampanye ini dilakukan dalam rangka memutuskan transmisi penularan virus MR yang ada di masyarakat,” terang Usma.

Penulis: Ayub Badrin
Editor: Hendrik JS

Previous articleUsulan Anggaran Nikah Massal Pemprov DKI Ditolak DPRD
Next articleHingga September 2018 Pemprov DKI Terbitkan 1.161 IUMK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here